Pemukim Israel Bakar Dua Masjid di Nablus dan Tulkarem
Aksi pembakaran melanda dua masjid di Nablus dan Tulkarem, kawasan Tepi Barat yang diduduki, pada Minggu (26/7/2026). Kelompok pemukim Israel diduga menjadi pelaku aksi vandal serta pembakaran tempat ibadah tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Aksi tersebut langsung memicu kecaman keras dari kelompok Hamas. Pejabat Hamas, Mahmoud Mardawi, menilai insiden itu sebagai kejahatan fasis yang terstruktur.
"Pelanggaran terhadap semua nilai-nilai agama, moral, dan kemanusiaan yang menunjukkan sejauh mana kebejatan dan fasisme pendudukan dan kelompok-kelompok pemukimnya," kata Mardawi dalam sebuah pernyataan.
Mardawi menegaskan bahwa masyarakat Palestina akan berupaya keras melindungi tempat-tempat suci mereka dari gangguan pihak luar.
"Rakyat Palestina yang heroik tidak akan membiarkan serangan ini dan akan berdiri sebagai penghalang yang tak tertembus terhadap pelanggaran berat ini," kata Mardawi.
Serangan pertama menyasar Masjid Al-Rahma yang berlokasi di Qusra, bagian selatan Provinsi Nablus. Wali Kota Qusra, Abdel Azim Wadi, mengonfirmasi bahwa bangunan masjid yang sedang dalam tahap pembangunan tersebut mengalami kerusakan akibat dilalap si jago merah.
"Api menghancurkan pintu masuk masjid dan bahkan merusak bangunan batunya," kata Wadi.
Para pelaku juga mencoretkan tulisan berbahasa Ibrani bertuliskan kata balas dendam di dinding tempat ibadah tersebut. Tanggapan atas peristiwa ini, militer Israel mengirimkan pasukan ke lokasi guna mengidentifikasi bukti-bukti pembakaran dan grafiti, sementara penyelidikan lebih lanjut diserahkan kepada pihak kepolisian Israel.
Sementara itu, insiden kedua terjadi di desa Kour, wilayah selatan Tulkarem. Berdasarkan laporan Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina, kelompok pemukim membakar masjid di kawasan itu serta meninggalkan coretan slogan rasis di temboknya.