BMKG Catat Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Kabupaten Kupang

Share

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu, 26 Juli 2026 pukul 17.57 WIB.

Pusat gempa Kupang tersebut berada di laut pada kedalaman 26 kilometer dengan koordinat 10,00 Lintang Selatan dan 123,71 Bujur Timur, serta dipastikan tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Selain guncangan di Kupang, BMKG Stasiun Geofisika Kupang melaporkan sebanyak 163 kejadian gempa melanda wilayah Nusa Tenggara Timur selama sepekan sejak 17 hingga 23 Juli 2026. Jumlah gempa tertinggi terjadi pada 17 Juli 2026 dengan 32 kejadian, sedangkan frekuensi kejadian di hari lainnya berkisar antara 17 hingga 28 kali.

Aktivitas seismik di NTT mencatatkan penurunan dibandingkan periode 10–16 Juli 2026 yang mencapai 184 kejadian. Dari total 163 kejadian pada sepekan terakhir, sebanyak 179 gempa berkekuatan di bawah magnitudo 4,0, empat gempa bermagnitudo 4,0–4,9, dan satu gempa bermagnitudo lebih dari 4,9.

Salah satu guncangan berkekuatan magnitudo 3,4 juga terjadi di Kabupaten Sabu Raijua pada Rabu, 22 Juli 2026 pukul 00.49 WIB di kedalaman 5 kilometer. BMKG mencatat guncangan tersebut dirasakan nyata di dalam rumah pada skala II-III MMI akibat aktivitas sesar aktif.

"Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif," ujar Arief Tyastama, Kepala Stasiun Geofisika Kupang.

Hasil pemantauan BMKG hingga pukul 07.27 WIB pascagempa Sabu Raijua menunjukkan belum adanya aktivitas gempa susulan. Tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Di wilayah terpisah, gempa magnitudo 4,3 mengguncang kawasan laut 187 kilometer timur Berau, Kalimantan Timur, pada Sabtu, 25 Juli 2026 pukul 17.53 WIB dengan kedalaman 26 kilometer.

Sementara itu, kawasan Indonesia timur lainnya dilanda gempa magnitudo 5,7 di laut 115 kilometer barat daya Ternate, Maluku Utara, pada Jumat, 24 Juli 2026 pukul 05.58 WIB. Gempa dangkal berkedalaman 27 kilometer ini dirasakan hingga skala V MMI di Pulau Batang Dua dan IV MMI di Kota Ternate serta Tondano.

"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi," kata Wijayanto, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan naik (thrust fault) tanpa potensi tsunami, dan hingga pukul 06.25 WIB BMKG tidak mendeteksi gempa susulan di Ternate.

"Gempa dirasakan Magnitudo: 5,8 pada Jumat, 24 Juli 2026 05:58:34 WIB," tulis BMKG pada keterangan rilisnya.

Aktivitas gempa bumi signifikan yang dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia tercatat terjadi sebanyak 22 kali dalam kurun waktu sepekan terakhir. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terpengaruh isu liar, serta memastikan keutuhan bangunan rumah sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author