Kemenkop dan Kemenbud Revitalisasi Kawasan Tugu Koperasi Tasikmalaya
Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), Dewan Koperasi Nasional (Dekopin), dan Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi mencanangkan revitalisasi Kawasan Tugu Koperasi serta Gedung Kongres Koperasi 1947 di Tasikmalaya, Minggu (26/7/2026), sebagai bagian dari peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan bahwa revitalisasi ini bertujuan menjadikan kawasan tersebut pusat budaya, ekonomi, dan aktivitas baru bagi masyarakat, khususnya anak muda generasi Z dan milenial. Revitalisasi bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan penguatan gerakan koperasi agar relevan menghadapi tantangan zaman.
Ferry menegaskan, "Kami dari Kemenkop bersama Kemenbud dan seluruh pihak, termasuk Pemerintah Kota Tasikmalaya serta Provinsi Jawa Barat, akan menjadikan tempat ini bukan hanya situs bersejarah, tetapi juga titik awal gerakan koperasi dan kebangkitan ekonomi rakyat, sejalan dengan cita-cita besar Presiden agar koperasi menjadi badan usaha yang memberikan andil bagi perekonomian nasional."
Dia menambahkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk swasta melalui program CSR, akan mendukung penggalangan dana revitalisasi kawasan ini. "Kami dari Kemenkop dan Gerakan Koperasi bersama Dekopin akan menggalang dana dari seluruh koperasi untuk membantu pembangunan fisik dan mengoptimalkan bangunan ini agar kembali menjadi pusat pembangunan ekonomi rakyat," ujar Ferry.
Menurutnya, keberhasilan revitalisasi tidak hanya diukur dari infrastruktur baru, tapi aktivitas masyarakat yang terus berlangsung di dalam kawasan tersebut. Pemerintah Kota Tasikmalaya sudah menetapkan kawasan ini sebagai cagar budaya, sementara penetapan nasional menunggu keputusan Kementerian Kebudayaan.
"Saat ini sudah diputuskan Pemkot Tasikmalaya dan disetujui Pemprov Jawa Barat, dan oleh Menteri Kebudayaan secara nasional akan ditetapkan sebagai cagar budaya," kata Ferry.
Ferry juga menyebutkan bahwa di era Presiden Prabowo Subianto, komitmen menjadikan koperasi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi rakyat kembali ditegaskan, salah satunya melalui program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih sebagai prioritas nasional.
"Presiden berkeinginan melakukan transformasi ekonomi bangsa dengan meletakkan kembali dasar-dasar ekonomi sesuai konstitusi, sehingga tidak melenceng ke arah sistem yang terlalu liberal dan kapitalistik, yaitu melalui koperasi," jelas Ferry.
Senada, Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan apresiasi atas inisiatif revitalisasi dan penetapan Kawasan Tugu Koperasi sebagai cagar budaya nasional. Menurutnya, kawasan ini menjadi titik nol gerakan koperasi masa kemerdekaan yang akan dihidupkan kembali sebagai situs budaya hidup.
"Ini adalah titik nol bagi gerakan koperasi di masa kemerdekaan. Kita harap dengan pencanangan ini kita bisa melakukan revitalisasi dari sisi fisik, dan yang lebih penting menjadikan tempat ini sebagai living heritage atau situs budaya yang hidup, karena dari sinilah semangat koperasi tumbuh dan berkembang," ujar Fadli Zon.
Dia juga mengapresiasi dua koperasi peserta Kongres Pertama yang masih aktif hingga kini, menandakan relevansi koperasi sebagai simpul kebangkitan ekonomi rakyat. "Pada tahun ini Kawasan Tugu Koperasi akan kami tetapkan sebagai situs cagar budaya nasional," tambahnya.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan berharap revitalisasi dan penetapan kawasan sebagai cagar budaya nasional segera direalisasikan dan tidak hanya sebagai seremonial. Dia berharap revitalisasi menghidupkan kembali kejayaan ekonomi kerakyatan dan memperkuat peran koperasi sebagai identitas kota dan aset nasional.
"Dengan begitu, Kota Tasikmalaya akan semakin dikenal masyarakat luas sebagai tempat lahirnya cikal bakal perjuangan kebangkitan koperasi," kata Viman.
Ketua Pusat Koperasi Kota/Kabupaten Tasikmalaya (PKKT) Agus Rudianto mengaku terharu atas komitmen Kemenkop, Kemenbud, dan Dekopin dalam revitalisasi ini. Baginya, revitalisasi bukan hanya perbaikan fisik, tapi menyalakan kembali semangat koperasi.
"Revitalisasi bukan sekadar memperbaiki fisik, tetapi menyalakan kembali ruh, spirit, dan marwah koperasi. Apresiasi kami berikan kepada semua pihak yang berjuang agar kawasan ini ditetapkan sebagai cagar budaya nasional," tutup Agus.
Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Wakil Wali Kota Dicky Candra, serta pejabat lainnya dari Provinsi Jawa Barat dan lembaga terkait, sebagaimana dilansir dari Detikcom.