Jubir Otorita IKN Troy Pantouw Meninggal Dunia di Rusun ASN
Juru bicara Otorita Ibu Kota Nusantara, Troy Harold Yohanes Pantouw, ditemukan meninggal dunia di huniannya di Rusun ASN 3 Tower 6, Kota Nusantara, pada Sabtu (25/7/2026). Pihak medis mengonfirmasi kematian almarhum disebabkan oleh kondisi alami, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Sebelum ditemukan tak bernyawa, almarhum sempat dibawa ke rumah sakit setempat pada pukul 12.45 WITA untuk menjalani penanganan darurat. Pihak rumah sakit kemudian memastikan Troy mengembuskan napas terakhir pada pukul 14.25 WITA.
Anak almarhum, Romeo Matthew Pantouw, menceritakan momen komunikasi terakhir dengan sang ayah sebelum mendapat kabar duka tersebut.
"Buat kami keluarga juga sangat mengagetkan. Bahkan pada saat jam 00.00 WIB malam hari sebelumnya, kami sempat voice call, conference call satu keluarga karena itu memang kebiasaan kami untuk berdoa bersama pada malam hari. Dan beliau masih terdengar sehat begitu ya," kata Romeo di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).
Romeo menjelaskan mengenai keluhan kesehatan ringan yang sempat dialami ayahnya beberapa hari belakangan.
"Memang akhir-akhir ini beliau merasakan flu, nggak enak badan, hanya itu saja. Nggak ada penyakit serius. Tapi memang kami mendapatkan kabar pada saat beliau tidur sudah tidak bernapas lagi," katanya.
Selain keluhan flu, pihak keluarga juga menyebutkan bahwa almarhum memiliki kondisi medis sekunder yang terawat.
"Emang beliau ini ayah saya almarhum punya riwayat darah tinggi. Akan tetapi, darah tinggi tersebut sudah terkontrol dengan obatnya rutin setiap harinya dan bukan menjadi isu yang berat sebetulnya," katanya.
Romeo menegaskan kondisi fisik fisik sang ayah saat ditemukan menunjukkan indikasi wafat secara wajar.
"Untuk informasi detail-nya kami terus terang belum mendapat secara holistik. Tapi memang apa yang kami dengan kematiannya secara wajar, tidak ada lebam, tidak ada tanda-tanda kekurangan oksigen, begitu ya. Tentu kami menyerahkan kepada pihak yang berwenang, kepada Polri, TNI, saya yakin sudah bekerja keras untuk kasus ini, hal ini," katanya.
Pernyataan terkait penyebab kematian medis juga diperkuat oleh pihak otoritas resmi yang mendampingi proses evakuasi almarhum.
"Beliau dibawa ke RS sekitar pukul 12.45 Wita dan segera diperiksa oleh tim dokter. Pada pukul 14.25 Wita, dokter memastikan beliau meninggal dunia karena sebab alami," kata Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi.