Jaksa Ungkap Bukti Baru Kasus Pembunuhan Penyanyi D4vd
Pengadilan Los Angeles menggelar sidang pendahuluan kasus pembunuhan yang melibatkan penyanyi David Anthony Burke alias D4vd pada Jumat lalu. Dalam persidangan tersebut, jaksa penuntut umum membeberkan bukti pesan singkat yang mengungkap fakta baru terkait korban.
Seperti dilansir dari Detikcom, pesan singkat hasil pemulihan data iCloud ponsel Burke menunjukkan bahwa korban bernama Celeste Rivas Hernandez (14) pernah mengalami kehamilan dan menjalani aborsi sebelum ditemukan tewas.
Penyanyi berusia 21 tahun yang dikenal melalui lagu "Romantic Homicide" itu kini menghadapi tujuh dakwaan berat, termasuk pembunuhan, kekerasan seksual berkelanjutan terhadap anak di bawah umur, hingga mutilasi jasad.
Komunikasi antara Burke dan Celeste terekam sejak Agustus 2022, saat korban masih berusia 11 tahun dan Burke berusia 17 tahun. Pada percakapan Januari 2024, Celeste yang kala itu berumur 13 tahun mendiskusikan keputusan aborsi bersama pelaku.
Selanjutnya pada pesan bertanggal Juni 2024, pelaku mengirimkan pesan teks mengenai aborsi tersebut kepada korban.
"Mari jadikan aborsi ini yang terakhir sampai kita memiliki anak yang sebenarnya…" tulis Burke.
Pihak jaksa menduga motif pembunuhan dipicu oleh ancaman korban yang hendak membongkar dugaan kekerasan seksual dan hubungan terlarang tersebut. Langkah korban dinilai berpotensi merusak karier musik pelaku.
Detektif Kepolisian Los Angeles (LAPD), Corey Farrell, memberikan kesaksian bahwa ponsel milik pelaku juga menyimpan foto-foto yang mengindikasikan kekerasan seksual terhadap korban. Paparan rincian foto tersebut membuat ibu korban, Mercedes Rivas Hernandez, emosional hingga meninggalkan ruang sidang.
Selain bukti digital, kepolisian mengonfirmasi keberadaan sampel DNA dari bercak darah di rumah serta garasi milik Burke di Hollywood Hills yang cocok dengan DNA Celeste.
Di sisi lain, ahli forensik Dr. Grant Ho menerangkan bahwa penentuan waktu pasti kematian korban sulit diidentifikasi lantaran kondisi jasad sudah mengalami pembusukan saat ditemukan. Celah ini dimanfaatkan oleh tim kuasa hukum Burke untuk mempertanyakan penyebab kematian korban.
Kasus ini bermula dari laporan hilangnya Celeste yang terakhir kali terlihat di kediaman Burke pada 3 April 2025. Lima bulan kemudian, tepatnya pada September 2025, jasad Celeste ditemukan di dalam bagasi depan mobil Tesla milik Burke sehari setelah ulang tahun korban yang ke-15.
Penemuan jasad yang terjadi di tengah agenda tur dunia Burke berujung pada pembatalan seluruh konsernya hingga ia resmi ditangkap kepolisian pada April 2026. Burke menolak seluruh dakwaan dan menyatakan tidak bersalah, sementara sidang pendahuluan dijadwalkan berlanjut pada Senin mendatang.