Pep Guardiola Diisukan Bakal Tinggalkan Manchester City Akhir Musim
Masa depan pelatih Joseph "Pep" Guardiola di Manchester City memicu spekulasi hangat setelah sang manajer dikabarkan bakal menyudahi masa baktinya lebih awal pada akhir musim 2025-2026 ini.
Kabar mengenai rencana perpisahan juru taktik asal Spanyol tersebut mulai santer diberitakan oleh sejumlah media Inggris pada Senin (18/5/2026). Berdasarkan laporan dari Manchester Evening News, pria yang telah mempersembahkan 20 trofi bagi publik Etihad Stadium itu berniat menyudahi pengabdiannya yang telah berlangsung selama satu dekade.
"Diketahui bahwa sang manajer telah setuju untuk mengakhiri masa baktinya selama 10 tahun di klub," tulis Manchester Evening News terkait masa depan Guardiola di Man City.
Meskipun rumor ini berembus kencang, manajemen klub dilaporkan The Athletic tetap berkomitmen untuk mempertahankan sang pelatih. Manajemen Manchester City berharap pria yang sempat mengutarakan niat rehat sejenak itu tetap menghabiskan sisa kontraknya yang telah diperbarui sejak November 2024 lalu.
"Kontrak Guardiola bersama Manchester City masih tersisa hingga Juni 2027, setelah pembaruan kontrak terjadi November 2024 lalu. Menanggapi spekulasi yang beredar beberapa bulan terakhir, klub tetap mempertahankan sikapnya untuk sebisa mungkin menghabiskan sisa kontrak satu musim Pep dan selalu berharap Pep tetap bertahan," tulis The Athletic.
Sebelum memimpin anak asuhnya dalam laga final Piala FA melawan Chelsea pada akhir pekan lalu, juru taktik yang pernah membawa Manchester City meraih treble bersejarah pada musim 2022/2023 tersebut sempat memberikan pernyataan singkat mengenai masa kerjanya.
"Satu tahun lagi di kontrak," ujar Pep Guardiola.
Kabar mengenai rencana kepindahan ini langsung memantik reaksi dari arsitek Arsenal, Mikel Arteta. Mantan asisten pelatih Guardiola di Manchester City periode 2016-2019 itu memilih bersikap hati-hati dan enggan berspekulasi lebih jauh.
"Setelah dia membuat keputusan itu, barulah kita bisa membicarakannya," tutur Arteta dilansir dari Sky Sports.
Pelatih kelahiran San Sebastian tersebut menegaskan bahwa tidak ada pihak yang berhak mendahului keputusan resmi dari sang manajer.
"Sebelum itu, tidak ada yang boleh melakukannya," ucap pelatih Arsenal, Mikel Arteta.
Saat ini, Arsenal memimpin perburuan gelar juara Liga Inggris dengan mengoleksi 82 poin setelah menang 1-0 atas Burnley pada pekan ke-37 melalui gol Kai Havertz. Arsenal kini unggul lima angka atas Manchester City yang berada di posisi kedua namun belum memainkan laga pekan ke-37 mereka melawan Bournemouth.
"Saya hanya ingin menikmati malam ini dan besok kita lihat apa yang akan kami lakukan." ucap Arteta menyinggung laga pekan terakhir di kandang Palace.
Mikel Arteta menambahkan bahwa fokus utamanya saat ini adalah mempersiapkan tim menghadapi Crystal Palace, sembari memantau kiprah sang rival di markas Bournemouth yang dipimpin Andoni Iraola.
"I don't know, yang harus kami lakukan adalah mempersiapkan diri untuk pertandingan melawan Crystal Palace sebaik mungkin. Ini Premier League," ucap Arteta.
Arteta meyakini persaingan ketat di sisa musim ini masih membuka segala kemungkinan, termasuk peluang Bournemouth untuk menjegal langkah Manchester City.
"Kita tahu kualitas yang telah ditunjukkan Andoni (Iraola) dan rekor yang mereka miliki saat ini. Segala sesuatu mungkin terjadi," tutur Arteta.