ChatGPT Alami Gangguan Massal Skala Besar di Seluruh Dunia

Share

ChatGPT dari OpenAI mengalami gangguan massal skala besar pada Sabtu, 25 Juli 2026, yang berdampak pada ribuan pengguna di berbagai negara mulai dari Amerika Serikat, Eropa, Asia, hingga Australia akibat tingginya tingkat kesalahan pada sistem backend.

Berdasarkan data dari layanan pemantauan Downdetector yang dilansir oleh UNN, laporan keluhan di Amerika Serikat saja mencapai hingga 3.000 laporan pada titik puncak gangguan. Sebanyak 80 persen pengguna mengeluhkan fungsi situs web ChatGPT, 8 persen pada aplikasi seluler, dan 7 persen pada perangkat pengkodean Codex.

Gangguan global ini memicu berbagai kendala teknis seperti kegagalan proses masuk, riwayat obrolan yang hilang sementara, serta pesan kesalahan saat mengirimkan perintah. Masalah ini dialami oleh pengguna gratis maupun pelanggan berbayar, yang menunjukkan bahwa kendala bersumber dari infrastruktur bersama milik perusahaan.

Pihak OpenAI segera memberikan konfirmasi mengenai kendala operasional tersebut melalui laman status resmi mereka. Tim insinyur perusahaan langsung dikerahkan untuk memeriksa lonjakan tingkat kesalahan yang memengaruhi ChatGPT, API pengembang, dan layanan Codex.

"Kami telah mengambil langkah-langkah mitigasi dan sedang memantau kemajuan pemulihan," kata pihak OpenAI.

Hingga saat ini, pihak OpenAI belum membagikan penyebab teknis utama maupun perkiraan waktu pemulihan penuh secara mendetail. Para pengembang yang menggunakan API OpenAI juga melaporkan adanya gangguan koneksi dan kegagalan autentikasi pada aplikasi eksternal yang bergantung pada model kecerdasan buatan tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author