KemenLH Dorong Kolaborasi Masyarakat Jaga Lingkungan Hidup
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan berwawasan lingkungan membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Gerak Hijau 2026 di Jakarta pada Minggu (26/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Diaz menekankan bahwa pemerintah bergerak lewat pembuatan regulasi, sektor usaha menerapkan operasional yang bertanggung jawab, serta masyarakat menjalankan kebiasaan menjaga alam secara konsisten.
"Selama ini kita sering mendengar bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab pemerintah. Ada juga yang mengatakan itu tanggung jawab perusahaan. Padahal jawabannya sederhana. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita semua," kata Diaz Faisal Malik Hendropriyono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI.
Sinergi tiga pilar tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan ruang hidup yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi masa depan.
"Kalau tiga-tiganya berjalan bersama, saya yakin Indonesia akan jauh lebih hijau," kata Diaz Faisal Malik Hendropriyono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI.
Pemerintah juga mengapresiasi PT ANTAM (Persero) Tbk yang dinilai mampu menyelaraskan operasional industri pertambangan dengan agenda pemulihan ekosistem melalui pencapaian target reklamasi serta efisiensi energi.
"Saya tadi mendengar bagaimana ANTAM berhasil melampaui target reklamasi, menurunkan emisi karbon jauh di atas target perusahaan, serta terus meningkatkan penggunaan energi terbarukan dalam operasionalnya. Hari ini pun ANTAM tidak hanya mengajak kita berjalan bersama, tetapi juga membagikan ribuan bibit pohon kepada masyarakat. Mudah-mudahan bibitnya tidak berhenti di bagasi mobil ya," kata Diaz Faisal Malik Hendropriyono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI.
Sementara itu, Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto menjelaskan langkah akselerasi dekarbonisasi perusahaan yang difokuskan pada penghematan energi dan transisi ke sumber energi baru terbarukan.
Sepanjang tahun 2025, perusahaan berhasil memangkas emisi karbon hingga 9,43 persen dari target. Program ini direalisasikan melalui efisiensi penggunaan energi operasional dan implementasi pembangkit listrik tenaga surya (solar PV) serta biosolar di area operasional.
"Tahun ini, hingga pertengahan tahun, penurunan emisi juga telah melampaui target tahunan. Kami pun terus meningkatkan penggunaan energi terbarukan melalui solar PV dan biosolar di berbagai wilayah operasi," kata Untung Budiharto, Direktur Utama ANTAM.
Rangkaian kegiatan Gerak Hijau 2026 diselenggarakan sekaligus memperingati ulang tahun ke-58 PT ANTAM (Persero) Tbk dengan menghadirkan ruang edukasi publik melalui lokakarya pengelolaan limbah, jalan sehat, hingga pameran UMKM.