Mitsubishi Janjikan Harga Kompetitif Penggantian Baterai XFORCE Hybrid
Biaya penggantian baterai menjadi perhatian utama calon pembeli mobil elektrifikasi, termasuk Mitsubishi XFORCE Hybrid yang baru diluncurkan di Indonesia. Mitsubishi memastikan harga penggantian baterai mobil full hybrid ini akan kompetitif dan terjangkau bagi konsumen, kata Kazuto Azuma dari PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia.
Menurut Kazuto Azuma, meskipun harga resmi baterai XFORCE Hybrid belum diumumkan, Mitsubishi berkomitmen menawarkan harga yang dapat diterima pelanggan.
"Untuk harga baterai itu sendiri, hmmm, bisa saya katakan bahwa kami sangat kompetitif. Sehingga untuk saat ini silakan merujuk seperti itu. Tapi saya akan memastikan bahwa harga kami sangat terjangkau dan dapat diterima oleh para pelanggan," ujar Kazuto Azuma menjawab pertanyaan dilansir dari Detik Oto.
Mitsubishi memberikan garansi baterai hybrid selama 10 tahun atau 200.000 km, mana yang tercapai lebih dulu. Selain itu, pemilik XFORCE Hybrid mendapat layanan pemeriksaan kesehatan baterai gratis sampai 5 tahun atau 100.000 km.
"Kami memiliki 10 tahun garansi untuk baterai. Jadi pada dasarnya, saya pikir (dibandingkan) pesaing kami (yang menawarkan garansi) sekitar 8 tahun atau sesuatu seperti itu, kami memastikan 10 tahun untuk garansi baterai (XFORCE Hybrid) dan kami sangat yakin bahwa baterai ini akan bertahan lama," ungkap Kazuto.
XFORCE Hybrid merupakan model full hybrid pertama Mitsubishi Motors di Indonesia. Sebelumnya, Mitsubishi menjual Outlander PHEV dengan teknologi plug-in hybrid, sedangkan XFORCE mengandalkan hybrid konvensional.
Mobil ini menggunakan baterai 1,1 kWh yang dipadukan dengan mesin 1.6L MIVEC DOHC dan transmisi transaxle 2-speed. Kombinasi tersebut meningkatkan efisiensi bahan bakar dibandingkan varian mesin bensin konvensional.
Dalam pengujian internal, Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar, mencatat XFORCE Hybrid bisa menempuh jarak lebih dari 1.170 km dengan satu pengisian penuh tangki bahan bakar pada perjalanan dari Jakarta ke Bali.
Berdasarkan hasil tersebut, konsumsi bahan bakar mobil ini mencapai sekitar 27,9 km/liter pada rute didominasi jalan tol antara Jakarta dan Bali, dilansir dari Detik Oto.