Mengenal Asian Diet dan Ragam Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh

Share

Tren Asian Diet kini semakin diminati sebagai alternatif pola makan yang seimbang. Pola makan ini mengedepankan bahan-bahan segar seperti sayur, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta sumber protein dari ikan dan produk kedelai. Berbeda dari metode diet populer lain yang fokus membatasi porsi atau kalori, Asian Diet lebih memprioritaskan frekuensi konsumsi bahan alami.

Hal tersebut disampaikan oleh ahli gizi Alexis Supan, seperti dilansir dari Detik Food. "Asian Diet berbeda karena tidak terlalu menitikberatkan ukuran porsi, tetapi lebih pada seberapa sering kelompok makanan tertentu dikonsumsi." jelas ahli gizi Alexis Supan.

Variasi tradisi kuliner di berbagai wilayah Asia membuat tidak ada satu aturan tunggal yang kaku. Meski demikian, profesor nutrisi klinis dari University of California, Los Angeles (UCLA), Zhaoping Li, menyebutkan adanya persamaan mendasar dalam pola makan masyarakat Asia.

"Meski demikian, pola makan orang-orang di berbagai wilayah Asia memiliki banyak kesamaan," jelas Li. Berdasarkan Asian Diet Pyramid dari peneliti Cornell University dan Harvard University untuk Oldways, konsumsi harian mencakup sayuran hijau, buah, produk kedelai, rempah, dan biji-bijian. Sementara ikan dikonsumsi sekitar dua kali seminggu, didampingi teh tanpa gula sebagai minuman utama.

Asupan buah dan sayur berwarna cerah memberikan suplai antioksidan tinggi, seperti likopen pada tomat. Antioksidan ini penting untuk menangkal radikal bebas yang berisiko memicu penyakit kronis, termasuk kanker dan gangguan jantung.

Manfaat Bagi Kadar Gula Darah dan Jantung

Pola makan tradisional Asia dinilai berpotensi menekan resistensi insulin. Kebiasaan membatasi makanan manis dan ultra processed food membantu menjaga kestabilan kadar gula darah guna mencegah risiko diabetes tipe 2.

Kombinasi ikan kaya asam lemak omega-3 serta teh bebas gula turut menjaga kesehatan sistem kardiovaskular. Senyawa flavonol dalam teh membantu mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol tubuh.

Menurut Li, ikan merupakan sumber asam lemak omega-3 yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, gagal jantung, hingga stroke.

Mendukung Pencernaan dan Berat Badan Ideal

Konsumsi makanan fermentasi seperti tempe, kimchi, dan miso menyuplai probiotik alami. Kehadiran bakteri baik ini berperan penting dalam memelihara saluran pencernaan, meredakan peradangan, serta memperkuat kekebalan tubuh.

Pola makan ini juga berkaitan dengan angka obesitas yang rendah, seperti tradisi hara hachi bu di Jepang yang mengajarkan untuk berhenti makan saat 80 persen kenyang. Namun, Supan mengingatkan bahwa efektivitasnya tetap bergantung pada pengaturan pola hidup secara keseluruhan.

"Jika hanya ingin menurunkan berat badan beberapa kilogram, beralih ke Asian Diet saja belum tentu cukup. Tetap perlu memperhatikan pola makan secara keseluruhan," ujarnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author