Frenkie de Jong Kecewa Penanganan Cedera Timnas Belanda di Piala Dunia
Gelandang Barcelona Frenkie de Jong mengekspresikan kekecewaannya terhadap staf medis tim nasional Belanda setelah mengalami robekan pada ligamen kolateral medial (MCL) lutut kanan saat berlaga di Piala Dunia 2026. Cedera parah ini berpotensi memaksa De Jong absen hingga enam bulan dari kompetisi.
Kekecewaan timbul akibat penilaian awal staf medis Belanda yang menganggap masalah lutut pemain berusia 29 tahun tersebut hanya tergolong ringan. De Jong pun terus diturunkan dalam empat pertandingan sebelum Belanda tersingkir di babak 32 besar oleh Maroko.
Hasil pemeriksaan lanjutan di Ciutat Esportiva Joan Gamper pada Kamis (23/7) mengonfirmasi tingkat keparahan cedera yang melampaui dugaan awal. Untuk memulihkan kondisinya, mantan pemain Ajax ini memutuskan menunda langkah operasi dan memilih metode perawatan konservatif.
Pilihan rehabilitasi tanpa operasi ini berisiko memperpanjang masa pemulihan De Jong hingga Januari 2027. Situasi tersebut memicu kecemasan manajemen Barcelona yang khawatir akan terulangnya skenario penanganan cedera berkepanjangan seperti kasus Ansu Fati.
Pihak klub dan pelatih Hansi Flick sebenarnya merekomendasikan tindakan operasi untuk kepastian jangka panjang. Namun, manajemen Barcelona tetap menghormati keputusan De Jong sambil terus memantau perkembangan kondisinya dalam beberapa pekan mendatang.
Sejumlah laporan sempat menuding De Jong lebih memprioritaskan tim nasional ketimbang klub, sehingga memicu reaksi keras dari sang pemain. De Jong menegaskan komitmen penuhnya terhadap Barcelona dan meluruskan kronologi pemeriksaan yang diterimanya.
"Hasil pemeriksaan medis telah mengonfirmasi bahwa De Jong mengalami robekan pada ligamen kolateral medial (MCL) di lutut kanannya," tulis Barcelona.
Pernyataan klub menjelaskan bahwa proses pemulihan sang gelandang akan dipantau ketat secara berkala.
"Pemain tersebut akan terus menjalani perawatan di bawah pengawasan staf medis klub, dan perkembangannya akan dievaluasi dalam beberapa pekan mendatang," lanjut pernyataan klub.
Menanggapi situasi yang berkembang, De Jong memberikan klarifikasi mengenai tuduhan yang mengarah padanya.
"Sungguh sulit bagi saya melihat orang-orang mempertanyakan hubungan dan komitmen saya terhadap klub karena laporan-laporan yang tidak benar. Sepakbola adalah segalanya bagi saya. Saya selalu memberikan segalanya untuk Barcelona dan negara saya. Itulah mengapa saya ingin menceritakan apa yang terjadi," kata De Jong.
Gelandang bernomor punggung 21 ini lantas membeberkan kronologi vonis medis yang diterimanya dari tim dokter Belanda.
"Selama Piala Dunia, saya mengalami cedera lutut. Setelah pemeriksaan awal, para dokter mengatakan bahwa itu adalah cedera ringan dan tidak akan memburuk jika saya terus bermain. Satu-satunya tantangan adalah bermain sambil menahan rasa sakit, tetapi sepanjang karier saya, saya selalu melakukannya setiap kali saya bisa berkontribusi bagi tim, baik untuk klub maupun negara saya," tutur De Jong.
Ia menambahkan bahwa perbedaan diagnosis baru terungkap setelah dirinya menjalani tes menyeluruh di Spanyol.
"Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan cedera tersebut lebih serius daripada yang diperkirakan semula. Untungnya, pada tahap ini tidak diperlukan operasi, dan saya sekarang sepenuhnya fokus pada pemulihan serta kembali ke lapangan secepat mungkin," katanya.
Di tengah ketidakpastian kondisi De Jong, Barcelona kini mulai membidik opsi gelandang baru. Berdasarkan laporan Sports Mole yang mengutip Transfermarkt, nama pemenang Bola Emas Piala Dunia 2026, Rodri, masuk dalam daftar target transfer musim panas Blaugrana.