Osaka Ohsho Luncurkan Gyonut Inovasi Donat Gyoza Unik di Jepang
Inovasi kuliner unik kembali hadir di Jepang lewat kreasi donat gyoza yang langsung mencuri perhatian publik. Menu baru yang memadukan konsep donat dan gyoza ini langsung laris manis sejak pertama kali dirilis ke pasaran.
Donat umumnya identik dengan bentuk bulat berlubang di tengah dan taburan topping manis. Namun, hidangan baru bernama Gyonut ini mendobrak aturan arus utama dengan memadukan adonan kulit gyoza dan croissant.
Dilansir dari Detik Food, camilan unik Gyonut pertama kali diperkenalkan oleh Osaka Ohsho. Jaringan restoran lokal populer tersebut memang dikenal luas dengan menu andalannya yang berfokus pada masakan perpaduan Jepang-China.
Perpaduan kulit gyoza dan adonan croissant menghasilkan karakteristik tekstur yang lebih kompleks daripada donat biasa. Kudapan unik ini disajikan kepada pembeli di dalam kantong kertas khusus.
Pihak restoran menawarkan beragam varian rasa mulai dari gula, susu stroberi, cokelat, hingga rasa mapo tofu. Setiap porsi hidangan ini dijual dengan harga 300 Yen atau sekitar Rp 33 ribuan.
Aturan pembelian di restoran ini cukup ketat demi memastikan keadilan bagi semua konsumen. Setiap pelanggan hanya diperbolehkan membeli satu porsi untuk satu varian rasa saja dalam sekali pemesanan.
Gyoza donat ini tidak disajikan secara siap saji di dalam etalase restoran. Pengelola baru akan menggoreng adonan setelah ada pesanan dari pembeli, sehingga hidangan tetap fresh dan hangat saat diterima.
Dari segi cita rasa, menu ini menawarkan tekstur yang renyah namun cenderung agak sedikit keras. Beberapa konsumen yang sudah mencobanya menilai tekstur tersebut mirip dengan Sata Andagi, donat lokal khas Okinawa.
Varian mapo tofu menjadi pilihan yang paling unik di antara menu lainnya. Kehadiran cita rasa mapo tofu tersebut diaplikasikan melalui bumbu bubuk yang menyelimuti seluruh permukaan Gyonut.
Osaka Ohsho tercatat sudah beberapa kali meluncurkan kreasi kuliner yang tidak biasa. Sebelumnya, mereka sukses merilis Udonuts yang memanfaatkan bahan dasar tepung udon dan berhasil viral hingga terjual di atas 1 juta porsi dalam waktu enam hari.