BMKG Memprakirakan Hujan Lebat Berpotensi Guyur 10 Wilayah Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan hujan dengan intensitas bervariasi berpotensi mengguyur 10 wilayah di Indonesia pada Sabtu (25/7/2026). Potensi hujan ini muncul di tengah kondisi mayoritas wilayah tanah air yang didominasi periode cuaca relatif kering.
Memasuki Dasarian III Juli 2026, BMKG mencatat sebanyak 76,54 persen wilayah Indonesia berada dalam kategori curah hujan rendah. Sementara itu, wilayah dengan curah hujan sedang tercatat sebesar 23,36 persen, dan kategori tinggi hanya mencakup 0,09 persen.
Kondisi cuaca dominan kering tersebut berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga beberapa area di Papua.
Meskipun demikian, dinamika atmosfer diprediksi masih memicu pembentukan awan hujan. Aktivitas Madden-Julian Oscillation secara spasial terpantau memasuki wilayah Indonesia bagian selatan, didukung melintasnya Gelombang Rossby Ekuatorial di Sumatra dan Kalimantan serta Gelombang Kelvin di Kalimantan dan Sulawesi.
Penguatan sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik utara Papua juga turut menarik massa udara dari barat ke timur. Pergerakan tersebut membentuk daerah belokan serta perlambatan angin yang didukung suhu muka laut hangat.
"Oleh karena itu, meskipun pola cuaca kering diprakirakan lebih dominan, hujan dengan intensitas bervariasi masih berpeluang terjadi secara lokal di sejumlah wilayah Indonesia," ujar BMKG.
Berdasarkan data BMKG yang dilansir dari CNN Indonesia, 10 wilayah yang berpotensi diguyur hujan pada Sabtu (25/7/2026) meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, dan Maluku.