Lini Pertahanan PSV Eindhoven Dikecam Fans Usai Laga Uji Coba
Suporter PSV Eindhoven melontarkan kritik keras terhadap penampilan lini pertahanan tim usai bermain imbang tanpa gol melawan Villarreal dalam laga uji coba. Lini belakang klub asal Belanda tersebut dinilai tampil sangat rapuh sepanjang babak pertama.
Meskipun PSV sempat mengawali pertandingan dengan cukup baik lewat peluang Alassane Pléa, Dennis Man, dan Tygo Land, Villarreal kemudian mengambil alih kendali permainan. Mantan penyerang Ajax, Georges Mikautadze, berulang kali mengancam gawang PSV yang dikawal Matej Kovar.
Kerentanan di lini pertahanan memicu kekhawatiran besar di kalangan pendukung klub, terutama terkait penampilan bek tengah Ryan Flamingo yang didatangkan dari FC Utrecht dua tahun lalu senilai sembilan juta euro.
"Masalah utama musim lalu masih jauh dari kata teratasi. Secara posisi, Flamingo, seperti yang sering terjadi, tampil buruk," kata salah satu suporter PSV Eindhoven di media sosial.
Kritik terhadap Flamingo terus berdatangan karena sang pemain dianggap sering melakukan kesalahan fatal yang membahayakan area pertahanan tim.
"Flamingo tidak bisa menjadi pemain inti, itu benar-benar disayangkan. Dia terlalu sering membuat kesalahan dan memberikan efek yang sama seperti André Ramalho," kata suporter PSV lainnya.
Sorotan terhadap Flamingo semakin tajam setelah dirinya melakukan kesalahan fatal sesaat sebelum jeda, yang membuat penyerang Villarreal Ayoze Pérez tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper.
"Musim lalu sudah jelas bahwa Flamingo tidak punya banyak tempat di PSV," kata suporter PSV Eindhoven.
Kesalahan tersebut menambah panjang daftar kekecewaan para pendukung yang menilai sang pemain belum layak mengisi posisi utama di lini belakang.
"Peluang kesepuluh pun, setelah kesalahan Ryan Flamingo, juga tidak dimanfaatkan," kata seorang fans PSV.
Melihat performa buruk tersebut, sejumlah suporter mendesak pelatih Peter Bosz untuk segera mengambil tindakan tegas terkait komposisi pemain belakang.
"Flamingo harus ke bangku cadangan. Beri saja kesempatan kepada pemain dari Jong PSV, karena rasanya tidak mungkin jauh lebih buruk," kata pendukung PSV.
Selain Flamingo, bek kanan Kiliann Sildillia juga tidak luput dari amukan pendukung. Manajemen klub turut disalahkan karena dianggap pasif di bursa transfer setelah cedera yang dialami Jerdy Schouten.
"Saya tidak mengerti mengapa PSV membeli Sildillia," kata suporter PSV.
Lambatnya pergerakan manajemen dalam mendatangkan bek berkualitas dinilai menjadi penyebab utama belum teratasinya krisis di lini belakang.
"Sudah bertahun-tahun tidak ada bek dengan kualitas yang memadai yang didatangkan. Sementara itu, Earnest Stewart menunggu sampai pasar menjadi cair," kata pendukung PSV Eindhoven.