Pemkab Bandung Dorong Perputaran Ekonomi lewat Piala Presiden 2026

Share

Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menargetkan peningkatan perputaran ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan babak grup Piala Presiden 2026 yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat.

Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, menyatakan kehadiran tim besar termasuk peserta dari luar negeri berpotensi menarik banyak suporter ke wilayah Kabupaten Bandung.

"Persib menjadi tuan rumah, di Stadion Si Jalak Harupat. Boleh jadi, pendukung Arema FC maupun dua tim luar negeri, datang ke Stadion Si Jalak Harupat untuk menonton pertandingan. Kami siap turut mempromosikan pariwisata kepada pendukung tim tamu," kata Ali Syakieb.

Babak grup Piala Presiden 2026 diisi oleh Persib Bandung, Arema FC, Tampines Rovers FC dari Singapura, serta DPMM FC asal Brunei Darussalam. Komposisi tim ini diperkirakan mampu menarik ribuan suporter dari dalam negeri dan mancanegara.

Kehadiran suporter dalam jumlah besar diproyeksikan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor, terutama di sekitar Stadion Si Jalak Harupat yang memiliki kapasitas sekitar 27.000 penonton.

Beberapa sektor yang berpotensi terdampak antara lain usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang kuliner di sekitar stadion, penjual atribut dan merchandise tim, jasa transportasi lokal, serta destinasi wisata di Kabupaten Bandung.

Pemkab Bandung menilai UMKM akan menjadi salah satu sektor yang paling merasakan dampak positif dari penyelenggaraan turnamen ini. Pada Piala Presiden 2025, sekitar 110 pelaku UMKM difasilitasi untuk berjualan di dalam kawasan stadion.

"Kami melihat, masyarakat begitu antusias akan Piala Presiden 2026. Tentu, hal itu merupakan potensi dalam meningkatkan omzet pelaku UMKM," ujar Ali Syakieb.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bandung, pengeluaran konsumsi rumah tangga pada 2025 mencapai sekitar Rp141,17 triliun, dengan kontribusi sebesar 57,4 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bandung.

Konsumsi masyarakat menjadi faktor dominan dalam menggerakkan ekonomi daerah, terutama pada sektor makanan, transportasi, dan hiburan saat kegiatan besar seperti Piala Presiden berlangsung.

Selain meningkatkan transaksi ekonomi di sekitar stadion, Pemkab Bandung juga melihat peluang besar dalam sektor pariwisata. Ali Syakieb menyatakan, "Momentum ini dapat menjadi sarana promosi yang efektif. Suporter yang datang untuk menonton pertandingan berpotensi memperpanjang masa tinggal mereka dengan mengunjungi objek wisata setempat."

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author