Mantan Dirut KBS Jadi Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar

Share

Mantan Direktur Utama Kebun Binatang Surabaya (KBS), Choirul Anwar, ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pakan satwa senilai Rp 10,2 miliar yang berlangsung selama delapan tahun, yaitu periode 2016-2024, menurut dilansir dari Detik Travel.

Choirul ditahan selama 20 hari di Rumah Tahanan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Nomor CAP-863/M.5/Fd.02/07/2026.

Hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa dari total kerugian negara Rp 10,2 miliar, sebanyak Rp 7,4 miliar digunakan untuk kepentingan pribadi Choirul.

Selama periode korupsi tersebut, satu satwa mati yakni gajah Dumbo pada 2021 yang diduga meninggal akibat penyakit elephant herpesvirus, bukan karena kelalaian pengelolaan.

Direktur Operasional dan Umum Perumda KBS, Nurika Widyasanti, menegaskan kematian satwa tersebut merupakan hal yang normal dan bukan akibat kelalaian.

"Adapun terjadinya satwa mati itu pastinya sesuatu hal kematian yang normal, bukan menjadi suatu kematian yang dikarenakan kelalaian dan lain sebagainya," ujar Nurika kepada wartawan di KBS pada Jumat (23/7/2026).

Nurika juga menjelaskan bahwa foto-foto satwa dalam kondisi buruk yang beredar di media sosial seperti gajah Dumbo, harimau Melani, orang utan Bety, dan beruang Beno merupakan gambar lama sebelum pengelolaan KBS saat ini.

"Jadi kalau untuk satwa-satwa yang saya lihat di gambar sebelumnya, seperti Melani, Bety, Beno atau siapa lagi ya ada beberapa satwa yang gambar itu merupakan gambar lama. Dan merupakan satwa kurang lebih di saat itu belum dalam pengelolaan Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya," kata Nurika.

"Jadi sudah di era 2000-an itu. Jadi itu adalah gambar yang di-upload kembali dan bukan satwa atau koleksi satwa kami saat ini," tambahnya.

Publik di media sosial menunjukkan kemarahan dan keprihatinan atas kasus korupsi ini yang dinilai tidak hanya merugikan negara, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan satwa yang bergantung sepenuhnya pada pengelola.

"waktu ke KBS tahun 2023, ternyataa makanan kalian dikorupsi yaaa," ujar salah satu warganet di akun Threads.

"aku td siang gatau sekelibet tbtb pgn jalan ke kbs buat banyakin steps harian, dan sorenya waktu aku pulang dapet kabar apa? KORUPSI PAKAN SATWA!!!!!! heyyyy brrti dugaanku satwanya kurus kurus emng bener grgr kurang allahu akbarrrr ini org bisa bisanya masih tersenyum sementara satwa di kandang perlahan mati kelaperan? kok ga dia aja yg mati di penjara? eh gabisa ya kan ini indonesia," tulis akun lain.

"Yang dikorupsi bukan proyek mewah atau barang mewah, melainkan pakan satwa. Dampaknya bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, tetapi tubuh yang kurus, hewan yang sakit, dan nyawa yang hilang. Mirisnya, korbannya bahkan tidak bisa meminta keadilan," kata akun lain.

"dari semua berita korupsi yg ada aja gebrakannya itu, paling speechless sama yg korupsi pakan satwa kbs. astagfirullahaladzim. pakane kewan ae mok rebut jatahe gae pakanmu dewe??," tambah warganet lainnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author