Facebook Uji Antarmuka Video Layar Penuh Tekan Dominasi TikTok

Share

Facebook berencana membarui tampilan antarmukanya dengan langsung menyajikan video layar penuh saat pengguna membuka aplikasi guna menahan penurunan jumlah pengguna yang beralih ke TikTok. Pembaruan eksperimental tersebut diumumkan oleh Bos Facebook, Tom Alison, sebagaimana dilansir dari Detik iNET pada Sabtu (25/7/2026).

Uji coba antarmuka anyar ini dijadwalkan mulai berlangsung pada akhir tahun di beberapa negara dengan preferensi konten video yang tinggi, sebelum berpotensi diperluas ke pasar Amerika Serikat pada tahun depan.

Langkah adaptasi ini diambil setelah pengamatan internal menunjukkan bahwa video telah menjadi wadah utama interaksi, pembentukan komunitas, hingga transaksi perdagangan. Meta mencatat telah kehilangan sekitar 20 juta pengguna secara keseluruhan pada kuartal pertama tahun 2026.

Meskipun Facebook masih memimpin pasar media sosial global, kepopulerannya terus dibayangi ketat oleh YouTube dan TikTok. TikTok sendiri mencatatkan pertumbuhan pesat dengan menembus 1 miliar pengguna bulanan hanya dalam kurun waktu tiga tahun sejak dirilis.

Upaya menghimpun perhatian pengguna ini mengulang strategi peluncuran fitur Reels di Instagram pada 2020 lalu.

"TikTok sedang mengejar Facebook," kata Alison.

Pernyataan tersebut disampaikan Alison pada tahun 2022 lalu saat menilai persaingan antarplatform media sosial.

Selain mengubah tampilan video, Facebook merilis aplikasi Seller bagi penjual di Marketplace serta aplikasi Forum untuk memfasilitasi interaksi dalam Grup Facebook. Di samping itu, sistem lencana verifikasi yang sebelumnya berbayar mulai dari 11,99 dolar AS per bulan kini ditawarkan secara gratis melalui proses verifikasi swafoto sederhana.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Aplikasi Facebook Meta TikTok
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author