Komunitas Salihara Gelar SIPFest 2026 Selama Agustus
Komunitas Salihara kembali menghelat Salihara International Performing-arts Festival (SIPFest) 2026 sepanjang bulan Agustus di Jakarta dengan mengusung tema asiaria. Festival dua tahunan ini berfokus menampilkan keberagaman seni pertunjukan dari para seniman Asia, mulai dari seni tari, musik, teater, hingga seni performans, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pertunjukan tari bertajuk Orfeus karya koreografer Melati Suryodarmo dijadwalkan menjadi pembuka festival pada 1 Agustus 2026. Karya yang diadaptasi dari puisi Goenawan Mohamad tersebut memadukan bahasa tubuh kontemporer, gerak, suara, serta teater untuk memberikan pembacaan baru atas mitologi Yunani.
"Produksi Orfeus yang dibuat Melati Suryodarmo pernah dipentaskan di Salihara pada Mei 2019, dan kami berencana untuk pentas keliling ke beberapa kota tapi COVID datang, sehingga tertunda," kata Direktur SIPFest 2026, Ening Nurjanah saat jumpa pers di Komunitas Salihara, Jumat (24/7/2026).
Rangkaian perhelatan ini turut menghadirkan karya seniman internasional dan kolaborasi lintas negara, seperti Ho Rui An dengan Figures of History and the Grounds of Intelligence, pertunjukan solo Wang Chong bertajuk Made in China 2.0, serta pementasan teater Nadirah hasil kolaborasi naskah Alfian Sa'at dari Singapura dan sutradara Iedil Dzuhrie Alaudin dari Malaysia bersama para aktor AKSARA.
Sektor musik diperkaya oleh penampilan KUNTARI lewat Mutu Beton serta karya imersif Opera for the Dead dari Monica Lim dan Mindy Meng Wang. Selain itu, panggung festival juga diisi oleh ceramah teater dari Rukman Rosadi serta eksplorasi migrasi dalam In (between) Movement karya Ruben Reniers dan Irene Tanuwidjaja, sebelum ditutup oleh kelompok butoh asal Jepang, Sankai Juku, melalui karya KOSA – Between Two Mirrors.
"Semua penamil kebanyakan berasal dari benua Asia, ada diaspora setengah Indonesia dan tinggal di Belanda. Ada yang Malaysia sudah tinggal di Australia. Lewat SIPFest 2026 asiaria, dan Salihara punya jejaring yang kuat ingin merayakan para seniman Asia Tenggara dan Timur yang diperhitungkan di dunia ini. Mereka gak tertinggal, justru lebih maju," kata Ening Nurjanah.
Penyelenggara mematok harga tiket pertunjukan SIPFest 2026 bervariasi untuk para pengunjung, yakni mulai dari Rp75 ribu untuk kategori pelajar hingga Rp250 ribu untuk kategori umum.