PT Rans Tinjau Laporan Keuangan Interim Semester Pertama 2026
PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) menunjuk Kantor Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra untuk melakukan penelaahan terbatas atau limited review terhadap laporan keuangan interim semester I 2026. Keputusan ini disampaikan melalui surat resmi kepada Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 24 Juli 2026.
Langkah audit tersebut diambil setelah perseroan belum mempublikasikan laporan keuangan interim per 31 Maret 2026 dan 30 Juni 2026. RANS menyatakan komitmennya untuk segera menyampaikan laporan keuangan tersebut kepada publik dan regulator sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan oleh otoritas bursa.
Manajemen menegaskan bahwa penelaahan terbatas ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/POJK.04/2022 serta Peraturan PT Bursa Efek Indonesia Nomor I-E tertanggal 12 Desember 2025 mengenai Kewajiban Penyampaian Informasi.
Direktur RANS, Rumunggu Yokonapita, menjelaskan tujuan utama dari pelaksanaan evaluasi independen tersebut.
"Adapun, tujuan pelaksanaan penelaahan terbatas sesuai dengan pertimbangan dari Manajemen Perseroan untuk meningkatkan kualitas pengawasan atas Laporan Keuangan Perseroan," ujar Rumunggu Yokonapita, Direktur RANS.
Proses evaluasi akuntansi ini bergulir di tengah kinerja keuangan emiten hiburan tersebut yang mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun buku 2025, pendapatan perseroan merosot menjadi Rp353,37 miliar akibat melemahnya bisnis brand ambassador serta hilangnya kontribusi pendapatan dari klub sepak bola, sementara laba bersih terperosok 41,6 persen secara tahunan menjadi Rp56,7 miliar.
Kebijakan peninjauan Laporan Keuangan Interim ini berlangsung tidak lama setelah RANS melantai di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026. Dalam penawaran umum perdana tersebut, RANS melepas 2,525 miliar saham atau setara 20,02 persen modal disetor dan meraup dana segar hingga Rp429 miliar.
Perusahaan media dan hiburan yang dirintis oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tersebut mengalokasikan 37,61 persen dana IPO untuk penyelenggaraan konser, 19,80 persen untuk akuisisi PT Rans Kosmetika Indonesia, serta 18,64 persen untuk pengembangan wahana Cipungland. Sisa dana hasil penawaran umum dialokasikan sebagai modal kerja dan pelunasan sebagian utang perusahaan.