Entourage Bali Minta Maaf dan Hentikan Kegiatan Usai Dugaan Diskriminasi WNI

Share

Entourage Bali, komunitas digital nomad dan penyelenggara acara lari, meminta maaf dan menghentikan sementara seluruh kegiatannya setelah muncul dugaan diskriminasi terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) dalam proses pendaftaran.

Permintaan maaf dan klarifikasi ini disampaikan melalui unggahan di akun Instagram resmi mereka pada Jumat, 25 Juli 2026, menyusul laporan penolakan pendaftar dengan nomor telepon berawalan +62 yang dianggap warga Indonesia, seperti dilansir dari Detik Travel.

Entourage Bali mengakui adanya kesalahan teknis dalam sistem persetujuan otomatis grup WhatsApp yang menyebabkan bias dan penolakan keliru terhadap sejumlah pendaftar WNI.

"Pertama, kami minta maaf sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung karena kami sama sekali tidak ada niat untuk mendiskriminasi siapa pun. Kami menyetop sementara semua acara saat ini untuk mengambil tanggung jawab penuh dan berjanji akan melakukan perubahan nyata ke depannya," ujar Entourage Bali melalui pernyataan Instagram mereka.

Entourage menjelaskan bahwa keanggotaan komunitas tidak ditentukan oleh kewarganegaraan dan selalu terbuka bagi masyarakat Indonesia, meskipun beberapa acara memang memiliki syarat khusus sesuai tujuan, seperti acara digital nomad atau kegiatan jalan santai khusus perempuan.

"Sebenarnya status digital nomad itu tidak dilihat dari kewarganegaraannya, buktinya anggota komunitas kami datang dari banyak negara. Acara klub lari kami juga dari awal selalu terbuka buat siapa saja tanpa harus mendaftar," kata pernyataan resmi Entourage Bali.

Mereka memberikan contoh acara Silent Disco Run yang digelar pada Rabu, 22 Juli 2026, yang mewajibkan tiket karena keterbatasan alat headphone. Acara yang dimulai pukul 05.30 Wita itu justru didominasi oleh peserta lokal.

"Acara lari kemarin adalah kegiatan bertiket perdana kami karena jumlah alat pendengarnya sangat terbatas. Namun dari 94 pesanan untuk 120 tiket yang terjual, peserta asal Indonesia justru menjadi kelompok yang paling besar," tambah Entourage.

Berdasarkan data demografi dari 94 peserta, sebanyak 23,4 persen adalah orang Indonesia, diikuti warga Rusia 14,9 persen, dan kelompok Anglo 12,8 persen. Sisanya berasal dari Asia Timur, Korea, Asia Selatan, Eropa, Afrika Utara, dan Amerika Latin.

"Tujuan utama kami dari dulu selalu ingin membangun komunitas yang inklusif dan memberi dampak positif buat Bali. Sebagai contoh nyatanya, tiap minggu kami rutin berkolaborasi dengan para pengusaha lokal dan lembaga-lembaga amal," tutur Entourage Bali.

Kontroversi ini muncul setelah beberapa WNI melaporkan penolakan bergabung dalam acara lari yang diselenggarakan Entourage. Imigrasi pun memasukkan dua inisiator komunitas, warga negara Belanda berinisial JAS dan HQV, ke dalam daftar cekal karena dugaan pelanggaran izin tinggal dan kegiatan bisnis tanpa izin, termasuk penyelenggaraan acara lari berbayar tanpa izin keramaian.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author