Polda Jabar Buka Pengamanan Tiga Lapis Piala Presiden 2026

Share

Polda Jawa Barat mengerahkan 1.500 personel gabungan untuk mengawal laga pramusim Piala Presiden 2026 yang berlangsung pada 25 Juli hingga 6 Agustus 2026. Pengamanan berlapis disiapkan di kawasan tempat pertandingan hingga lokasi penukaran tiket.

Pengamanan melingkupi sinergi lintas sektoral bersama TNI, pemerintah daerah, Satbrimob, serta polres kewilayahan. Penjagaan arena laga diserahkan kepada Polresta Bandung, sementara tempat menginap, tempat latihan, dan kedatangan peserta dikawal Polres Cimahi.

Kepolisian merancang skema penyaringan tiga lapis dari area gerbang luar, pintu masuk, hingga zona satu di sekitar lapangan guna mencegah masuknya benda berbahaya. Pelaksanaan Tactical Wall Game (TWG) pun digelar demi memastikan seluruh petugas mematuhi rencana.

"Ini memang wajib kita lakukan supaya para pelaksana di lapangan paham terkait masalah bagaimana mereka harus bertindak dan bagaimana posisi masing-masing. Karena kegiatan ini harus benar-benar bisa terlaksana dengan sesuai jadwal dan juga sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan," ujar Karo Ops Polda Jabar, Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif.

Persiapan taktis tersebut diharapkan dapat menjaga ketertiban acara sekaligus menaikkan taraf kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan acara olahraga besar di Jawa Barat.

"Jadi semuanya harus benar-benar bisa membangun kepercayaan, khususnya kepada pemerintah dan masyarakat. Bahwa dengan adanya Piala Presiden ini, selain membangun semangat olahraga, juga membuktikan bahwa setiap event bisa terselenggara dengan baik dan benar serta dapat dinikmati oleh masyarakat," tutur Teddy.

Pembagian pos tugas ditentukan secara mendalam agar arena pertandingan steril dari potensi gangguan keamanan. Polresta Bandung difokuskan menjaga stadion utama, sedangkan penanganan akomodasi dan rute kontingen diserahkan ke wilayah Cimahi.

"Kami didukung oleh TNI, pemerintah daerah, Brimob, serta beberapa polres, di mana ada Polres Cimahi dan Polrestabes Bandung. Polresta (Bandung) bertanggung jawab di tempat dilaksanakannya pertandingan. Sementara tempat penginapan, tempat berlatih, hingga kedatangan peserta menjadi tanggung jawab Polres Cimahi. Sehingga semuanya bisa bersinergi," kata Teddy.

Akses penonton disaring melaui pemeriksaan berjenjang sejak pintu luar guna menghadang barang-barang terlarang melintasi tribun penonton.

"Pengamanan suporter sudah kami tetapkan. Sesuai TWG, ada beberapa lapis, dimulai dari gerbang, pintu masuk, hingga zona satu di sekitar lapangan. Jadi ada sekitar tiga lapis pengamanan," ucapnya.

Para suporter yang hendak menyaksikan pertandingan diimbau menjaga ketertiban umum dan mematuhi batas-batas aturan dari panitia pelaksana.

"Yang jelas, kami mohon kepada penonton karena tujuan mereka adalah menonton pertandingan. Penonton juga diimbau mengikuti arahan panitia dan petugas keamanan, serta tidak membawa barang-barang yang dapat membahayakan, mencederai, atau mengganggu jalannya pertandingan," katanya.

Mengenai rencana kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke arena pertandingan, pihak kepolisian belum mengonfirmasi kehadiran langsung beliau namun tetap memberlakukan penanganan VVIP.

"Kami belum mengetahui apakah beliau akan datang atau tidak. Yang jelas, ada utusan dari pusat untuk memastikan penyelenggaraan pertandingan ini berjalan dengan baik. Namun untuk pola pengamanan yang kami gunakan, tetap mengacu pada protap pengamanan khusus VVIP," ujar Teddy.

Penyelenggara menyediakan tiket seharga Rp 50.000 di luar pajak hiburan dan asuransi yang dapat dibeli online lewat situs Megatix. Penukaran e-tiket menjadi gelang fisik dilayani di Kodim 0624 Kabupaten Bandung pada hari pertandingan mulai pukul 09.00 hingga 20.00 WIB.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author