Bassist PAS Band Trisno Jalani Perawatan Intensif Akibat Gagal Ginjal
Bassist PAS Band, Trisno, dilarikan ke rumah sakit dan harus menjalani perawatan intensif di ruang perawatan khusus setelah didiagnosis mengalami gagal ginjal stadium lanjut serta komplikasi sumbatan darah di kepala pada Juli 2026. Kondisi kesehatan musisi tersebut menurun drastis akibat fungsi ginjal yang tersisa hanya sekitar lima persen. Penanganan medis darurat langsung dilakukan oleh tim dokter, termasuk prosedur cuci darah secara berkala dan tindakan operasi. Drummer PAS Band, Sandy, mengungkapkan bahwa perubahan fisik pada tubuh Trisno sebenarnya sudah terlihat oleh rekan-rekannya sejak beberapa tahun terakhir.
"Sebenarnya sudah beberapa tahun ini kami melihat ada yang enggak beres sama kesehatan Trisno seperti kaki yang membengkak, agak kurus, tetapi emang Trisno itu rock n roll banget, enggak mau benar-benar periksa ke dokter," ujar Sandy, Drummer PAS Band.
Pemeriksaan medis baru sempat dilakukan beberapa bulan lalu dan menunjukkan adanya indikasi komplikasi penyakit lain sebelum fungsi ginjalnya memburuk total. "Hasil pemeriksaan beberapa bulan lalu memang ada indikasi gangguan di liver dan darah tinggi," kata Sandy, Drummer PAS Band.
Kondisi fisik sang bassist yang kian melemah pada pertengahan Juli membuat pihak keluarga dan personel band memutuskan untuk segera membawanya ke fasilitas kesehatan. "Baru minggu lalu akhirnya benar-benar kita bawa ke rumah sakit karena sudah lemah di rumah, akhirnya ketahuan terjadi gagal ginjal dan kira-kira fungsinya tinggal 5%, dan harus cuci darah," terang Sandy, Drummer PAS Band.
Selain masalah pada ginjal, tim medis menemukan ancaman kesehatan lain yang membutuhkan intervensi bedah secepatnya guna mencegah risiko stroke. "Yang bikin lebih berat karena ada sumbatan darah di kepala yang bisa ke arah stroke maka dilakukan operasi penghentian sumbatan," jelas Sandy, Drummer PAS Band. Pascaoperasi, tim medis memberlakukan pembatasan ketat terhadap kunjungan penjenguk untuk menjaga kestabilan kondisi saraf dan meminimalkan risiko kejang selama masa pemulihan.
"Kunjungan benar-benar dibatasi karena masih rawan kejang akibat operasi kalau terlalu aktif berpikir," tutur Sandy, Drummer PAS Band.
Proses pemulihan jangka panjang masih harus dijalani Trisno, termasuk evaluasi opsi prosedur medis lanjutan jika tindakan cuci darah rutin belum memberikan perkembangan signifikan. "Kondisi terakhir masih intens cuci darah sampai ada kemungkinan untuk cangkok ginjal," kata Sandy, Drummer PAS Band. Meskipun Trisno harus beristirahat total dari aktivitas panggung, manajemen PAS Band memastikan seluruh jadwal pertunjukan yang telah teragenda tetap berjalan dengan bantuan pemain bass pengganti sementara waktu.