Francisca Rani Indira Diterima di UGM dan Raih Beasiswa UKT 100 Persen
Francisca Rani Indira berhasil diterima pada Program Studi Manajemen dan Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Mandiri CBT pada Jumat (24/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Keberhasilan tersebut diraih Rani setelah melewati masa sulit mendampingi almarhum ayahnya yang dirawat di rumah sakit hingga meninggal dunia menjelang pelaksanaan ujian seleksi masuk perguruan tinggi.
Persiapan ujian terpaksa dilakukan Rani di ruang perawatan rumah sakit ketika menjaga sang ayah, sebelum akhirnya fokus belajar di Perpustakaan Daerah usai kegagalan pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
"Waktu itu bapak dirawat di rumah sakit, jadi buat belajar juga susah fokus. Setelah nggak keterima SNBT, aku langsung belajar lagi buat UM UGM," ujar Rani.
Proses belajar intensif tetap dijalani Rani di tengah suasana duka setelah sang ayah wafat tepat 11 hari sebelum pelaksanaan ujian masuk UGM.
"Aku seringnya belajar di Perpusda. Selama sekitar 11 hari aku mengerjakan 100 sampai 200 soal setiap hari," kata Rani.
Setelah kepergian ayahnya, ibu Rani, Yuani, kini menjadi tulang punggung keluarga dengan berdagang keripik tempe demi mendukung kelanjutan pendidikan putrinya.
"Aku pengen banget ngebahagiain ibu karena sekarang tinggal punya ibu. Terus bapak juga dulu pengen banget anaknya bisa masuk UGM. Bapak yang dari dulu mengantar aku sekolah, menemani ambil rapor, sampai menyemangati aku dalam belajar," ungkap Rani.
Perjuangan siswa yang aktif di kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) serta kelompok riset sekolah ini berbuah manis setelah UGM memberikan fasilitas beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 100 persen atau kuliah gratis.
"Semoga diberikan kelancaran kuliahnya, dipermudah urusannya. Rajin belajar ya, nak, biar orang tua juga semangat," kata Yuani.