Mantan Karyawan Hapus 180 Server Virtual NCS dan Sebabkan Kerugian Miliaran
Mantan karyawan NCS, Kandula, warga India, menghapus 180 server virtual milik perusahaan sebagai balas dendam setelah dipecat pada Oktober 2022, menimbulkan kerugian hingga USD 918.000 atau sekitar Rp 16,4 miliar, dilansir dari Detik iNET.
Kandula bekerja di NCS sejak November 2021 sebagai bagian dari tim quality assurance (QA) yang mengelola sistem pengujian perangkat lunak. Setelah dipecat pada 16 November 2022 karena kinerjanya dianggap buruk, ia merasa kecewa dan bingung dengan keputusan tersebut.
Meski telah kembali ke India, Kandula secara ilegal mengakses sistem NCS menggunakan kredensial administrator sebanyak enam kali pada Januari 2023. Pada Februari 2023, ia kembali ke Singapura untuk mencari pekerjaan dan menumpang di kamar mantan rekan kerjanya.
Pada 23 Februari 2023, ia menggunakan jaringan Wi-Fi tempatnya tinggal untuk kembali mengakses sistem perusahaan dan menguji skrip yang akan digunakan untuk menghapus server.
Puncak aksi balas dendam terjadi pada 18 dan 19 Maret 2023 ketika Kandula menjalankan skrip yang menghapus 180 server virtual secara bertahap setelah 13 kali mengakses sistem QA.
Tim IT NCS baru menyadari insiden tersebut pada hari berikutnya saat sistem pengujian tidak dapat diakses. Upaya perbaikan tidak berhasil karena seluruh server virtual telah dihapus.
NCS melaporkan kejadian ini ke polisi pada 11 April 2023 setelah menemukan alamat IP mencurigakan yang digunakan untuk mengakses sistem. Polisi menyita laptop Kandula dan menemukan skrip penghapus server.
Akibat perbuatannya, Kandula dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun delapan bulan. NCS berhasil memulihkan sistem, namun tetap mengalami kerugian material yang besar akibat serangan ini.