Kembaran AI Joey Wong Muncul di Trailer Gim dan Pemicu Debat

Share

Aktris veteran asal Taiwan, Joey Wong, kembali menarik perhatian publik lewat kemunculan visual masa mudanya. Seperti dilansir dari Detikcom, aktris berusia 59 tahun yang populer melalui peran Nie Xiaoqian dalam film klasik A Chinese Ghost Story (1987) ini tampil layaknya gadis remaja. Penampilan tersebut merupakan hasil rekonstruksi wajah berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diproduksi tanpa proses syuting fisik.

Joey Wong melisensikan citra masa mudanya untuk trailer gim seluler dalam rangka perayaan ulang tahun gim tersebut yang ke-18. Pembuatan video ini mengandalkan teknologi generatif AI yang memadukan perangkat DM Monet milik NetEase dan platform Volcano Engine dari ByteDance. Penggunaan teknologi digital double tersebut langsung memancing perdebatan di kalangan pemerhati film, pelaku industri, hingga masyarakat luas.

Joey Wong, yang memutuskan pensiun dari dunia seni peran sejak 2004, bukan satu-satunya aktor yang memanfaatkan teknologi ini. Aktor veteran Hong Kong, Lawrence Ng (62), juga memberikan izin penggunaan wajah versi dirinya saat berusia 20 tahun untuk proyek film berbasis AI.

Lisensi kembaran digital ini dinilai sejumlah pihak sebagai langkah baru aktor senior untuk memperpanjang karier layar lebar atau menyajikan nostalgia bagi penggemar. Meski demikian, reaksi penonton terbelah antara respon positif dan kritik. Sebagian penggemar menyambut baik kesempatan melihat kembali kejayaan aktor favorit masa muda mereka. Namun, penonton lain menganggap visual buatan algoritma komputer tersebut kehilangan ekspresi dan kedalaman seni peran yang dimiliki aktor asli.

Dampak Etis bagi Ekosistem Seni Peran

Maraknya penggunaan karakter AI buatan secara penuh menimbulkan kekhawatiran terkait masa depan generasi baru. Langkah ini dikhawatirkan dapat mempersempit ruang dan kesempatan bagi aktor-aktor baru yang sedang membangun karier di industri hiburan.

Penggunaan kecerdasan buatan kini menjadi isu krusial dalam industri sinema global. Di satu sisi, lisensi AI menawarkan potensi pendapatan pasif serta melestarikan warisan visual para aktor veteran.

Di sisi lain, fenomena ini memunculkan pertanyaan etis dan artistik mengenai dominasi wajah masa lalu yang diproduksi ulang secara digital dibanding memberikan ruang bagi bakat-bakat baru.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: AI Industri Film Joey Wong
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author