Kadar Hormon Awal Kehamilan Berpengaruh Pada IQ Anak
Kondisi hormon ibu pada trimester pertama diduga berkaitan dengan perkembangan kemampuan berpikir anak. Penelitian terbaru mengindikasikan kadar hormon tertentu saat awal kehamilan berhubungan dengan skor IQ anak di masa mendatang.
Studi yang terbit dalam jurnal The Lancet Diabetes & Endocrinology menguji hubungan fungsi tiroid ibu saat awal kehamilan dengan perkembangan otak anak, seperti dilansir dari HaiBunda.
Hasil riset memperlihatkan ibu yang memiliki kadar hormon tiroid bebas (free T4) lebih rendah pada trimester pertama cenderung melahirkan anak dengan skor IQ sedikit lebih rendah. Kondisi tersebut terlihat meski sang ibu tidak menunjukkan gejala gangguan tiroid yang jelas.
Para peneliti menegaskan bahwa temuan ini sebatas menunjukkan keterkaitan atau asosiasi. Hasil tersebut bukan bukti langsung bahwa hormon rendah pasti menyebabkan IQ anak menjadi rendah.
Janin belum dapat memproduksi hormon tiroid sendiri pada trimester pertama. Kebutuhan tersebut bergantung penuh pada pasokan hormon dari tubuh ibu.
Hormon tiroid berperan penting dalam pembentukan sel otak, perkembangan sistem saraf, pembentukan koneksi antarneuron, serta pertumbuhan organ vital janin. Ketersediaan hormon yang kurang dapat memengaruhi proses perkembangan otak janin.
Perbedaan skor IQ yang ditemukan dalam penelitian tersebut hanya berkisar beberapa poin. Kecerdasan anak tetap dipengaruhi banyak faktor lain, seperti genetika, nutrisi kehamilan, kesehatan ibu, stimulasi pascalahir, pola asuh, lingkungan, dan pendidikan.
Pemantauan dan penanganan yang tepat membantu ibu dengan masalah tiroid tetap dapat menjalani kehamilan sehat dan melahirkan anak yang tumbuh optimal.
Pemeriksaan fungsi tiroid disarankan bagi ibu hamil yang memiliki riwayat hipotiroid, hipertiroid, penyakit autoimun, sulit hamil, atau riwayat keguguran berulang. Gejala seperti kelelahan berlebihan, jantung berdebar, atau perubahan berat badan tidak biasa juga menjadi alasan pemeriksaan.
Menjaga kesehatan tiroid dapat dilakukan melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, pemenuhan kebutuhan yodium, dan rutin kontrol ke dokter kandungan. Ibu hamil dianjurkan mengikuti petunjuk medis serta tidak mengonsumsi suplemen hormon tanpa resep dokter.
Pengaruh Hormon Estrogen pada Perkembangan Otak Janin
Penelitian dari University of Cambridge yang dipublikasikan dalam jurnal Evolutionary Human Sciences menemukan kadar estrogen pada awal kehamilan berkaitan dengan ukuran kepala bayi saat lahir dan kemampuan kognitif anak.
Riset tersebut mengukur kadar estrogen ibu pada usia kehamilan 6–8 minggu. Peneliti kemudian memantau perkembangan bayi dan mengukur kemampuan kognitif anak saat tumbuh besar.
Ibu dengan kadar estrogen lebih tinggi pada awal kehamilan cenderung melahirkan bayi dengan lingkar kepala lebih besar dan memiliki anak dengan skor IQ lebih tinggi. Estrogen diduga membantu pertumbuhan otak janin pada fase awal pembentukan sistem saraf.
Estrogen berfungsi mendukung pertumbuhan rahim dan plasenta, meningkatkan aliran darah ke janin, serta membantu pembentukan sel saraf dan jaringan otak janin. Perkembangan otak janin terjadi sangat cepat pada trimester pertama.
Estrogen bukan satu-satunya penentu kecerdasan anak karena penelitian tersebut hanya menunjukkan hubungan, bukan hubungan sebab-akibat langsung. Faktor genetik, nutrisi, kesehatan ibu, stimulasi, serta lingkungan keluarga tetap memegang peranan penting.
Para ahli menyarankan ibu hamil fokus pada kesehatan secara menyeluruh dengan mengonsumsi makanan bergizi, memenuhi kebutuhan asam folat, zat besi, dan protein, serta mengelola stres dan beristirahat cukup.