Prabowo Soroti Tingginya Angka ICOR Ekonomi Indonesia

Share

Presiden Prabowo Subianto menyoroti angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang mencapai 6,5, menandakan inefisiensi dalam perekonomian nasional. Hal ini disampaikan dalam acara Harlah ke-28 PKB yang disiarkan secara online.

"Semua pakar mengatakan, kalau bicara ekonomi Indonesia mereka mengatakan bahwa Indonesia ekonominya tidak efisien. Apa arti tidak efisien? Artinya banyak kekayaan bocor," ujar Prabowo.

Ia menjelaskan bahwa untuk menghasilkan satu dolar, Indonesia harus mengeluarkan enam setengah dolar, sementara negara tetangga hanya membutuhkan empat dolar. "Selisih dua dolar sama berapa negara tetangga kita. Dua per enam, sepertiga, ini artinya 30% kekayaan kita bocor," jelasnya.

Prabowo juga menuding berbagai praktik inefisiensi di birokrasi dan penggelembungan harga barang sebagai penyebab utama. "Anggaran negara adalah US$ 270 miliar, Rp 3.700 triliun kurang lebih. Jadi kalau 30% bocor, artinya ya lebih Rp 1.000 triliun bocor. Ini sedang saya hentikan," terangnya.

"Semua sudah tahu apa yang terjadi. Iya kan? Benar kan?

Setiap pembelian dari lembaga pemerintah selama ini pasti harganya digelembungkan. Ini sedang kita hentikan," sambung Prabowo.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: ekonomi kebijakan Prabowo
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author