Saham BUMI dan DEWA Melonjak di Tengah Sentimen Positif Komoditas

Share

Lonjakan signifikan mencetak kenaikan harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) pada perdagangan Kamis (23/7/2026). Kenaikan BUMI terdorong oleh penguatan harga komoditas global, sedangkan DEWA melesat berkat perolehan kontrak tambang baru.

BUMI menguat 10,12 persen ke level Rp185 setelah sempat menyentuh harga tertinggi harian Rp196 di sesi II. Angka tersebut menjadi level tertinggi saham BUMI sejak 20 Mei 2026, memulihkan penurunan dari hari sebelumnya.

Penguatan saham BUMI terjadi selaras dengan lonjakan harga batubara ICE Newcastle yang ditutup naik 0,78 persen ke level 135,55 dolar AS per ton. Di dalam negeri, Harga Batubara Acuan (HBA) periode 2 Juli 2026 untuk kategori 6.322 GAR juga tercatat naik menjadi 131,85 dolar AS per ton.

Secara teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari saham BUMI berada di angka 70,19 yang mengindikasikan kondisi hampir jenuh beli. Kendati melonjak dalam jangka pendek, pergerakan BUMI masih berada di bawah Simple Moving Average 200-hari.

Di sisi lain, saham DEWA menguat 8,64 persen hingga menyentuh Rp478 per saham. Lonjakan tersebut dipicu pengumuman kontrak jasa pertambangan baru senilai Rp22 triliun di Sebuku Sejaka Coal, Kalimantan Selatan, dengan durasi lima tahun.

Selain kontrak baru, DEWA juga melakukan aksi korporasi berupa pembentukan tiga anak usaha baru pada 17 Juli 2026, yakni PT DH Listrik, PT DH Infrastruktur, dan PT DH Arunika Hospitality untuk memperluas lini bisnis non-tambang.

Bahana Sekuritas memberikan rekomendasi Beli untuk saham DEWA dengan target harga yang disesuaikan menjadi Rp600 per saham, mempertimbangkan potensi pertumbuhan pendapatan jangka panjang dari proyek baru tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author