Kementerian PU Siapkan 403 Paket Infrastruktur Pascabencana di Sumatra

Share

Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan 403 paket pekerjaan infrastruktur senilai Rp21,16 triliun untuk pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sepanjang 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom, Kamis (23/7/2026). Program yang berada di bawah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra tersebut bertujuan memulihkan layanan dasar, memperkuat konektivitas, serta menghadirkan infrastruktur yang tangguh bagi masyarakat terdampak. Dana Anggaran Belanja Tambahan dialokasikan kepada empat unit kerja, meliputi Dirjen Sumber Daya Air Rp7,52 triliun, Dirjen Bina Marga Rp6,73 triliun, Dirjen Cipta Karya Rp4,02 triliun, dan Dirjen Prasarana Strategis Rp2,89 triliun.

Sektor sumber daya air mencakup perbaikan irigasi, pengendalian banjir, hingga penyediaan air baku, sedangkan bina marga berfokus pada jalan dan jembatan. Sementara itu, Cipta Karya menangani sistem air minum dan limbah, serta prasarana strategis mencakup hunian tetap, fasilitas kesehatan, dan sekolah.

Hingga 21 Juli 2026, realisasi keuangan program rehabilitasi di Kementerian PU mencatatkan angka Rp2,40 triliun atau 11,35 persen, dengan capaian fisik mencapai 26,4 persen dari keseluruhan paket. Progres pemulihan di lapangan terus berjalan di tengah tantangan percepatan penyerapan anggaran, sebagaimana disampaikan Sekjen Kementerian PU Apri Artoto dalam Rapat Koordinasi di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

"Pada saat ini dapat disampaikan bahwa proses pemulihan terus berjalan, meskipun masih terdapat pekerjaan yang perlu diselesaikan secara menyeluruh. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh program dapat dituntaskan sekaligus meningkatkan kualitas agar lebih tangguh dan berkelanjutan," kata Apri Artoto, Sekretaris Jenderal Kementerian PU. Apri menilai hasil pengerjaan fisik di lapangan membuktikan komitmen pemerintah dalam mendampingi warga di daerah terdampak bencana.

"Capaian yang ada saat ini tidak hanya mencerminkan progres pelaksanaan, tetapi juga menjadi indikator nyata kehadiran negara dalam pemulihan pascabencana," kata Apri Artoto, Sekretaris Jenderal Kementerian PU. Selain proyek pusat, pemerintah daerah turut memulihkan infrastruktur melalui tambahan Transfer ke Daerah sebesar Rp10,6 triliun yang telah disalurkan penuh dalam tiga tahap. Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian mengonfirmasi akan terus mengawal koordinasi lintas sektor guna menuntaskan kendala lahan, desain, hingga pelaksanaan teknis.

"Percepatan diarahkan agar jalan, jembatan, jaringan irigasi, air minum, hunian, dan fasilitas publik dapat lebih cepat dimanfaatkan masyarakat tanpa mengabaikan kualitas serta tata Kelola," kata Muhammad Tito Karnavian, Ketua Satgas PRR.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author