SINI Jelaskan Alasan Akuisisi KMS Senilai Rp1 Triliun
PT Singaraja Putra Tbk (SINI) resmi menyampaikan penjelasan resmi terkait langkah pengambilalihan PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) dari entitas anak PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai Rp1,73 triliun pada Rabu (22/6/2026). Nilai akuisisi entitas milik grup Prajogo Pangestu tersebut setara dengan 110,26 persen dari total keseluruhan aset perseroan.
Langkah ekspansi emiten yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro ini diambil sebagai bagian dari strategi pengembangan investasi di sektor pertambangan batu bara. Manajemen memproyeksikan sektor ini masih memiliki potensi pertumbuhan jangka menengah yang cukup positif, terutama dipicu oleh tingginya permintaan pasar Asia seperti Tiongkok dan India, serta proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik nasional sebesar 5,3 persen per tahun.
"Akuisisi ini diharapkan dapat memperluas cakupan usaha Perseroan, memperkuat portfolio investasi di sektor pertambangan batu bara, serta meningkatkan kontribusi pendapatan dan laba Perseroan," kata manajemen SINI menjawab permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam keterbukaan informasi yang dikutip Rabu (22/6/2026).
Transaksi ini diproyeksikan bakal mendongkrak nilai aset, kapasitas produksi, volume penjualan, hingga kepercayaan investor dalam jangka pendek. Selain itu, aksi korporasi tersebut ditujukan untuk memangkas ketergantungan operasional pada satu wilayah saja sekaligus membangun sinergi integrasi logistik dan penjualan.
Mengenai sorotan BEI terkait posisi PTRO sebagai penjual KMS sekaligus pembeli siaga rights issue SINI bernilai Rp3,6 triliun, perseroan mengonfirmasi keberadaan kontrak kerja sama pertambangan jangka panjang hingga 2032 antara PTRO dan PT Pasir Bara Prima (PBP).
"Kendati demikian, kontrak tersebut terikat secara terpisah dan bukan merupakan bagian atau syarat dari transaksi pengambilalihan PT Kemilau Mulia Sakti (KMS)," ujar manajemen SINI.