DFB Siap Tunjuk Juergen Klopp Sebagai Pelatih Timnas Jerman
Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) bersiap mengumumkan penunjukan Juergen Klopp sebagai pelatih baru tim nasional menggantikan Julian Nagelsmann di Frankfurt pada Jumat. Kesepakatan prinsip telah tercapai untuk mengikat mantan manajer Liverpool tersebut hingga akhir Piala Dunia 2030. Pengumuman resmi dijadwalkan berlangsung setelah komite DFB menggelar rapat virtual pada Jumat pagi untuk memberikan persetujuan akhir.
Klopp bakal menghadiri konferensi pers bersama Presiden DFB Bernd Neuendorf, Direktur Olahraga Rudi Voeller, serta juru bicara media Franziska Wulle. Langkah DFB mendatangkan Klopp dilakukan tanpa membayar biaya transfer kepada Red Bull, organisasi tempat sang pelatih terikat kontrak sebagai direktur global sepak bola hingga 2029. Sebagai gantinya, DFB memberikan kompensasi berupa donasi senilai satu juta euro kepada yayasan Wings for Life milik Red Bull.
Dalam menjalankan tugasnya di skuad Die Mannschaft, Klopp kembali memboyong jajaran staf kepercayaannya sewaktu menangani Liverpool. Peter Krawietz diplot sebagai asisten pelatih, didampingi Pepijn Lijnders serta mantan pemain Borussia Dortmund Sven Bender yang baru saja mengakhiri kontraknya bersama Unterhaching pada awal Juli.
Kehadiran Klopp diproyeksikan mampu membangkitkan prestasi Timnas Jerman yang sempat meredup di panggung internasional. Pengalaman meraih gelar Bundesliga bersama Borussia Dortmund serta trofi Liga Champions dan Liga Inggris saat mengarsiteki Liverpool menjadi rekam jejak utama yang diandalkan federasi. Selain rekam jejak juara, kepiawaian Klopp dalam mengembangkan bakat muda dinilai sangat cocok dengan komposisi skuad Jerman saat ini. Pendekatan taktik berintensitas tinggi atau gegenpressing yang diusungnya diharapkan bisa memaksimalkan potensi talenta muda seperti Florian Wirtz, Jamal Musiala, Lennart Karl, Said El Mala, hingga Kennet Eichhorn.
Pengaruh besar serta hubungan baik yang dimiliki Klopp di ranah sepak bola Jerman juga dipandang dapat memperlancar komunikasi dengan klub-klub Bundesliga. Faktor ini dinilai menjadi keunggulan strategis untuk menjaga keharmonisan ruang ganti sekaligus mempercepat proses regenerasi pemain di tim nasional.