Samsung Adopsi Baterai Silicon-Carbon di Galaxy Z Fold8 Series

Share

Samsung resmi menerapkan teknologi baterai silicon-carbon pada lini perangkat terbarunya. Inovasi ini diumumkan dalam ajang Galaxy Unpacked 2026 di London pada Selasa (22/7/2026), dilansir dari Detik iNET.

Teknologi anoda silicon-carbon ini disematkan pada beberapa perangkat flagship, termasuk Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Flip8, Galaxy Watch9, serta Galaxy Watch Ultra 2.

Penggunaan material silicon-carbon memungkinkan peningkatan kepadatan energi tanpa menambah ketebalan bodi. Pendekatan ini menjadi solusi efektif untuk ponsel lipat yang memiliki ruang internal terbatas.

Product Management Samsung, Kadesh Beckford, menjelaskan keunggulan desain terbaru tersebut. Melalui teknologi ini, perusahaan berhasil memasang baterai berkapasitas daya lebih besar pada bodi yang lebih tipis.

"Dengan merancang ulang material baterai, untuk pertama kalinya kami menghadirkan anoda berbahan silicon-carbon guna meningkatkan kepadatan energi," ujar Kadesh.

Galaxy Z Fold8 Ultra kini dibekali baterai 5.000 mAh, yang menjadi kapasitas terbesar pada lini ponsel lipat Samsung. Perangkat ini juga dilengkapi sistem pengisian daya terpisah yang lebih cepat, mengisi hingga 67% dalam waktu 30 menit.

Sementara itu, Galaxy Z Fold8 mengusung baterai 4.800 mAh dengan ketahanan memutar video hingga 26 jam. Model Galaxy Z Flip8 membawa baterai 4.300 mAh yang diklaim sanggup memutar video hingga 32 jam.

Lini jam tangan pintar juga mendapatkan peningkatan signifikan. Galaxy Watch Ultra 2 kini mengusung baterai 800 mAh, naik sekitar 35% dari generasi terdahulu, dengan daya tahan hingga 80 jam tanpa Always On Display.

Adapun Galaxy Watch9 varian 44 mm kini dibekali baterai 445 mAh. Kapasitas ini naik 2% dari seri sebelumnya dan mampu bertahan hingga 40 jam penggunaan tanpa fitur Always On Display.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author