Brantas Abipraya Mulai Garap Pembangunan BRT Cekungan Bandung
Pembangunan Indonesia Mass Transit Bus Rapid Transit Cekungan Bandung resmi dimulai melalui prosesi groundbreaking di Depo BRT Leuwipanjang, Kota Bandung. Proyek transportasi massal ini dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya Persero melalui Kerja Sama Operasi Abipraya SBS, dilansir dari Detik Finance.
Sistem BRT dirancang untuk menyediakan layanan transportasi publik yang terintegrasi, aman, dan ramah lingkungan. Kehadiran moda transportasi ini ditargetkan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas, meningkatkan efisiensi mobilitas warga, serta menekan emisi karbon di kawasan metropolitan Bandung Raya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pembangunan MASTRAN BRT Cekungan Bandung merupakan langkah untuk mewujudkan sistem transportasi publik yang terintegrasi, aman, nyaman, dan berkelanjutan. Menurutnya, proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan konektivitas kawasan metropolitan sekaligus mengurangi kemacetan dan emisi karbon.
Penunjukan BUMN konstruksi ini menjadi bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kapabilitas perusahaan dalam menggarap proyek strategis nasional. Dalam pelaksanaannya, pengerjaan mencakup pembangunan koridor utama, halte, depo, perkerasan jalan, hingga fasilitas pejalan kaki.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menyampaikan proyek MASTRAN BRT Cekungan Bandung merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung transformasi sistem transportasi nasional melalui penyediaan infrastruktur yang berkualitas dan berorientasi pada keberlanjutan.
"Brantas Abipraya berkomitmen menghadirkan karya konstruksi yang unggul dengan mengedepankan ketepatan mutu, ketepatan waktu, serta aspek keselamatan, inovasi, dan keberlanjutan. Pembangunan MASTRAN BRT Cekungan Bandung kami harapkan dapat menjadi katalis dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik, mengurangi kemacetan, menekan emisi karbon, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan Bandung Raya," ujar Dian dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).
Guna memastikan pengerjaan berjalan aman dan efisien, kontraktor menerapkan standar Quality, Health, Safety, Security, and Environment serta prinsip Environmental, Social, and Governance. Pemanfaatan inovasi teknologi konstruksi juga diterapkan selama proses pembangunan berlangsung.
"Kami berkomitmen melaksanakan pekerjaan dengan memperhatikan keselamatan, kualitas, dan kenyamanan masyarakat. Melalui komunikasi yang terbuka dan kolaboratif, kami berharap pembangunan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Bandung Raya," tambahnya.
Penyelesaian infrastruktur ini diharapkan dapat mendongkrak daya saing kawasan Bandung Raya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah tersebut sekaligus mendukung konsep pengembangan perkotaan yang lebih hijau.
"Melalui pengalaman panjang dalam membangun berbagai proyek infrastruktur strategis nasional, Brantas Abipraya optimistis dapat menyelesaikan pembangunan BRT Metropolitan Cekungan Bandung sesuai target yang ditetapkan serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pembangunan daerah," pungkas Dian.
Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Direktur Utama PT Brantas Abipraya Persero Agung Fajarwanto, serta perwakilan lembaga donor internasional seperti World Bank dan Agence Francaise de Developpement.
Kegiatan groundbreaking ini diakhiri dengan penandatanganan Kesepakatan Sinergi Daerah antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan lima pemerintah kabupaten/kota di wilayah Cekungan Bandung guna memperkuat kolaborasi lintas daerah.