Kemendikdasmen Buka Pengisian Sulingjar 2026 hingga 17 Agustus

Share

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merilis pengisian Survei Lingkungan Belajar atau Sulingjar 2026 yang berlangsung sejak 20 Juli hingga 17 Agustus 2026. Seluruh kepala sekolah dan guru wajib mengisi survei ini melalui laman resmi pemerintah.

Pengisian Sulingjar menyasar pendidik berstatus pegawai tetap maupun honorer yang terdaftar di sistem Dapodik serta EMIS. Instrumen ini disiapkan untuk memotret kondisi nyata proses pembelajaran di tingkat PAUD, SD, SMP, hingga SMA dan SMK.

Pelaksanaan survei terbagi dalam tiga kategori soal, yakni Paket A berisi 111 soal, Paket B sebanyak 113 soal, serta Paket C dengan 109 soal. Hasil pengisian survei dipastikan tidak memengaruhi penilaian kinerja individu guru maupun kepala sekolah.

Sulingjar berfokus mengukur berbagai aspek lingkungan sekolah, mulai dari data kepegawaian, praktik pembelajaran, disiplin positif, hingga kesiapsiagaan bencana. Selain itu, aspek keamanan, kesetaraan gender, dan wawasan kebangsaan juga turut dievaluasi.

Untuk memastikan kelancaran proses, pihak sekolah diimbau memeriksa dan mencetak kartu login peserta lebih awal melalui akun yang berwenang. Operator sekolah perlu memastikan kebenaran nama peserta, username, serta kelengkapan data sebelum mengunduh kartu login.

Guna mendukung kelancaran teknis di daerah, Direktorat SMP Kemendikdasmen menggelar sesi pengarahan secara daring pada 22 Juli 2026. Agenda tersebut membahas mekanisme verifikasi data, integrasi sistem, dan persiapan teknis bersama para pengelola sekolah.

Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen menegaskan bahwa akurasi data Sulingjar menjadi salah satu faktor pendukung nilai Rapor Pendidikan. Oleh karena itu, integritas dan ketepatan entri data dari setiap satuan pendidikan menjadi hal yang krusial.

Langkah partisipasi aktif satuan pendidikan dalam program nasional ini dinilai menjadi kunci utama evaluasi mutu pembelajaran. Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MTsN 2 Bantul, Adhitya Arie Wibowo, S.S., memberikan tanggapannya mengenai pentingnya survei tersebut.

"MTsN 2 BANTUL HADIR," tulis Adhitya Arie Wibowo, S.S., Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MTsN 2 Bantul.

Ia menambahkan bahwa pengisian survei ini merupakan sarana pembenahan internal yang berkelanjutan bagi instansinya.

"Partisipasi dalam webinar ini sangat penting untuk memastikan seluruh proses pengisian Sulingjar bagi pendidik di MTsN 2 Bantul berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai petunjuk teknis. Sulingjar bukan sekadar rutinitas, melainkan cermin evaluasi untuk terus membenahi kualitas proses belajar mengajar di madrasah kami," kata Adhitya Arie Wibowo, S.S., Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MTsN 2 Bantul.

Di jenjang pendidikan anak usia dini, tingkat partisipasi satuan pendidikan tercatat telah mencapai 91,72 persen atau sebanyak 186.871 lembaga. Direktur Direktorat PAUD Kemendikdasmen, Kurniawan, menyampaikan pandangannya mengenai kesadaran partisipasi tersebut.

"Partisipasi dalam program Sulingjar harus lahir dari kesadaran dan komitmen satuan PAUD. Pada tahun ini, 186.871 satuan PAUD atau 91,72 persen berpartisipasi dalam Sulingjar," ujar Kurniawan, Direktur Direktorat PAUD Kemendikdasmen.

Evaluasi menyeluruh melalui instrumen survei ini bertujuan untuk memberikan umpan balik nyata bagi perbaikan layanan pendidikan secara berkala. Perwakilan Pusat Standar Kebijakan Pendidikan Kemendikdasmen, Meni Handayani, turut menjelaskan fungsi hasil survei tersebut.

"Hasil dari Sulingjar dijadikan instrumen evaluasi, untuk diolah dan disajikan kembali kepada satuan PAUD. Sebagai bahan menyusun program peningkatan mutu," ucap Meni Handayani, Perwakilan Pusat Standar Kebijakan Pendidikan Kemendikdasmen.

Data yang terkumpul akan ditampilkan pada platform Rapor Pendidikan guna membantu sekolah menentukan prioritas pembenahan. Meni Handayani menggarisbawahi harapan pemerintah terhadap pemanfaatan data survei oleh setiap lembaga.

"Kami berharap satuan PAUD mampu mengidentifikasi prioritas perbaikan. Serta menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan, serta membangun budaya refleksi dan peningkatan mutu secara berkelanjutan," kata Meni Handayani, Perwakilan Pusat Standar Kebijakan Pendidikan Kemendikdasmen.

Jika terjadi kendala teknis saat mengunduh kartu login, operator sekolah diminta melakukan sinkronisasi ulang data peserta pada sistem atau menghubungi layanan bantuan resmi yang disediakan penyelenggara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author