Brasil Kucurkan R18 Miliar Tanggulangi Dampak Tarip Amerika Serikat

Share

Pemerintah Brasil resmi meluncurkan fase ketiga program Plano Brasil Soberano senilai R$ 18,5 miliar pada Rabu, 22 Juli 2026, guna menanggulangi dampak kebijakan tarif impor baru sebesar 25 persen yang diberlakukan pemerintah Amerika Serikat. Pengucuran dana pembiayaan darurat tersebut mencakup R$ 13,5 miliar dari kas Tesouro Nacional serta R$ 5 miliar yang disalurkan melalui ketersediaan dana Banco Nacional de Desenvolvimento Econômico e Social (BNDES). Fasilitas dana pembiayaan ini ditujukan untuk mendukung modal kerja, pengadaan barang modal, investasi produktif, inovasi teknologi, hingga penyesuaian produk dan ekspansi ke pasar ekspor baru.

Langkah intervensi ekonomi tersebut diambil menyusul gejolak pada sektor industri nasional yang mencatat penurunan nilai ekspor hingga 2,6 miliar dolar AS pasca-penerapan gelombang tarif awal AS pada tahun 2025 lalu.

Sektor industri sepatu nasional menjadi salah satu bidang manufaktur yang terdampak, di mana asosiasi Abicalçados memproyeksikan penurunan ekspor sebesar 7,1 persen pada tahun ini. Ketua Abicalçados Haroldo Ferreira menggelar pertemuan langsung dengan perwakilan pemerintah federasi di Brasília pada Selasa, 21 Juli 2026, demi melobi penyediaan fasilitas kredit murah dan perluasan skema insentif pajak ekspor.

Di sisi lain, organisasi serikat buruh di wilayah pusat produksi sepatu menilai pengalihan rute ekspor ke negara-negara anggota Mercosul, Uni Eropa, dan kawasan EFTA mampu memitigasi potensi pemutusan hubungan kerja secara masif. Dalam kesempatan terpisah, Presiden Senat Komisi Hubungan Luar Negeri Nelsinho Trad mengajukan surat permintaan informasi resmi kepada Kementerian Pembangunan, Industri, Perdagangan dan Jasa terkait strategi penanganan dampak tarif serta potensi penerapan Undang-Undang Resiprositas Ekonomi.

Sementara itu, eskalasi ketegangan perdagangan internasional ini dimanfaatkan secara politik oleh Partai Pekerja (PT) melalui kampanye nasional bertajuk "O Brasil Não Se Entrega" guna menggalang dukungan publik menjelang agenda pemilu presiden 2026. Presiden Luiz Inácio Lula da Silva menegaskan posisi kedaulatan ekonomi negara saat berpidato dalam konvensi nasional partai politik di Brasília pada Senin, 20 Juli 2026. "Di sini kita berbuat salah atas kehendak kita, kita berbuat benar atas kehendak kita.

Dan di sini tidak ada seorang pun yang mengatur apa yang harus kita lakukan. Di sini kita menentukan apa yang akan dilakukan, karena ini berarti kita kembali melangkah dengan kepala tegak dan membela kedaulatan kita," kata Lula, Presiden Brasil.

Ia juga mengecam tindakan sejumlah figur politisi oposisi yang dinilainya merugikan kepentingan ekonomi domestik di arena internasional.

"Di negara ini zaman dahulu, pengkhianat akan dihukum gantung. Karena mengkhianati tanah air adalah hal yang sangat serius. Dan hari ini kita tidak hanya memiliki satu, kita memiliki beberapa pengkhianat yang pergi ke Amerika Serikat untuk meminta Amerika Serikat menjatuhkan hukuman kepada Brasil," ujar Lula, Presiden Brasil. Pemerintah Brasil memastikan tidak akan meninggalkan meja perundingan bilateral dengan pemerintah Amerika Serikat untuk menyelesaikan perselisihan tarif perdagangan tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author