Unjuk Rasa Pensiunan dan Serikat Buruh Lumpuhkan Buenos Aires Protes Efisiensi Javier Milei
Ribuan demonstran memadati jalanan ibu kota Buenos Aires pada Rabu (22/7/2026) guna menyuarakan penolakan terhadap kebijakan pemangkasan anggaran ekonomi Presiden Javier Milei, seperti dilansir dari Detikcom.
Gelombang aksi massa ini bergulir kembali setelah euforia piala dunia usai, di mana tim nasional Argentina menyelesaikan turnamen sebagai runner-up.
Akses lalu lintas menuju ibu kota sempat melumpuh total pada Rabu pagi akibat pergerakan massa dalam skala besar. Bentrokan fisik antara aparat kepolisian dan peserta aksi juga dilaporkan pecah di wilayah Avellaneda, pinggiran Kota Buenos Aires.
Gerakan protes ini mendapatkan dukungan dari konfederasi serikat buruh terbesar di Argentina, CGT, serta gabungan partai politik sayap kiri bersama para simpatisan.
Sebelumnya, kelompok pensiunan secara konsisten menggelar demonstrasi mingguan di area luar gedung Kongres demi menuntut kenaikan dana pensiun dan perbaikan akses layanan kesehatan, walau kerap mendapat tindakan pembubaran dari kepolisian.
"Dua puluh persen orang menjadi jutawan, sedangkan 80 persen dari kita yang berada di bawah tetap sama, bertahan dengan gaji yang rendah," ujar seorang demonstran, Raul Maldonado (69), kepada AFP.
Data mencatat hampir separuh dari total 7,8 juta pensiunan di Argentina hanya mengandalkan pendapatan pensiun minimum. Akumulasi dana yang diterima, termasuk bonus tunjangan, cuma menyentuh angka sekitar US$ 330 per bulan, atau kurang dari sepertiga batas kebutuhan pokok lansia.
Sekretaris Jaminan Sosial CGT Hugo Benitez menegaskan bahwa serikat buruh akan meningkatkan intensitas unjuk rasa ke depannya. Ia menyebut negara di kawasan Amerika Selatan tersebut sedang menghadapi "situasi kritis bagi seluruh pekerja."
Penghematan ekstrem yang diterapkan selama dua setengah tahun masa kepemimpinan Presiden Milei dipacu untuk memotong laju inflasi, dari angka mendekati 200 persen menjadi 33 persen.
Meskipun langkah ini memicu kritik keras akibat tekanan sosial yang berat, Milei tetap meyakini kebijakan tersebut dan meminta publik bersabar demi pemulihan jangka panjang.
Pemerintah terus menyoroti keberhasilan capaian surplus fiskal dan kenaikan peringkat kredit negara di tengah maraknya gelombang penolakan reformasi ekonomi.
"Kami sedang menciptakan kondisi agar lapangan kerja membaik, upah meningkat, dan pendapatan seluruh populasi naik," ujar Wakil Menteri Ekonomi Jose Luis Daza.
Namun, tokoh serikat buruh Horacio Jerez balik mengecam pernyataan tersebut dan menilai daya beli masyarakat justru kian tergerus.
"Kondisi makroekonomi adalah satu hal, tetapi kehidupan sosial sehari-hari seluruh rakyat Argentina adalah hal yang sama sekali berbeda," tegas Jerez kepada AFP.