Polisi Selidiki Hilangnya Atlet Golf Jesslyn Wijaya Lay
Polres Metro Jakarta Pusat memeriksa Evan (37), calon suami atlet golf Jesslyn Wijaya, terkait penanganan kasus hilangnya sang atlet. Pemeriksaan dilakukan di tengah upaya polisi memetakan keberadaan korban yang terdeteksi terbang ke Malaysia.
Kuasa hukum Evan, Andi Darti, menyampaikan bahwa kliennya saat ini berfokus pada keselamatan serta keberadaan Jesslyn. Hingga kini, pihak keluarga dan calon suami belum menerima perkembangan informasi pasti mengenai posisi korban.
"Kemarin calon suami Jesslyn didengarkan keterangannya di Polres. Dan Evan selaku calon suami saat ini fokus untuk memastikan keberadaan dan keselamatan Jesslyn," kata Kuasa Hukum Evan, Andi Darti.
Berdasarkan data manifes penerbangan, Jesslyn terdeteksi telah meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur. Andi menduga adanya indikasi perencanaan di balik hilangnya korban, meski hal tersebut masih memerlukan pembuktian hukum.
"Kami belum bisa memastikan (Jesslyn ke Malaysia), tetapi ada beberapa bukti petunjuk yang menurut saya selaku kuasa hukum harus didalami yakni ada perencanaan terlebih dahulu," ujar Andi Darti.
Sebelum dilaporkan hilang, Jesslyn diketahui berencana menikah dengan Evan dalam waktu dekat. Atlet golf tersebut telah menetap sendiri di sebuah apartemen kawasan Pluit selama 10 bulan dengan seluruh barang pribadinya masih tertinggal.
"Dia keluar dari rumah orang tuanya. Dia hidup di apartemen, tinggal di apartemen di daerah Pluit, ya. Barang barang pribadi korban masih di apartemen.
Nah, di situ udah hampir 10 bulan dia tinggal di situ. Nah, si Jasslyn ini itu juga dalam waktu dekat juga akan segera menikah dengan Evan," katanya.
Sementara itu, data kepolisian mengonfirmasi pergerakan Jesslyn dari Semarang menuju Kuala Lumpur, Malaysia, pada Selasa (14/7/2026). Perjalanan luar negeri itu dilakukan sehari setelah laporan dugaan penculikan di sebuah restoran Jakarta Pusat pada Senin (13/7/2026) malam.
"Tanggal 14 yang bersangkutan ada di Semarang meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur berdasarkan manifes yang kami terima bersama dengan dua orang lainnya yang diketahui ada hubungan keluarga dengan J," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra kepada wartawan, Selasa (21/7/2026).
Hasil olah tempat kejadian perkara oleh penyidik menunjukkan tidak adanya rekaman CCTV di lokasi dugaan penculikan. Meskipun pelapor telah mencabut laporan dugaan penculikan tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat tetap melanjutkan proses penyelidikan.