Zelensky Kontak Utusan Trump Bahas Pembukaan Kembali Diplomasi Perang Ukraina

Share

Upaya diplomasi untuk mengakhiri perselisihan bersenjata di Eropa Timur kembali diupayakan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Langkah ini diambil melalui komunikasi langsung dengan utusan khusus Amerika Serikat (AS), Steve Witkoff dan Jared Kushner. Seperti dilansir dari Detikcom, dialog antardiplomat tersebut berlangsung pada Rabu (22/7/2026).

Inisiatif pemulihan jalur negosiasi ini bergulir setelah proses penyelesaian konflik sempat membeku akibat fokus Washington yang terbagi ke kawasan Timur Tengah. Di sisi lain, Rusia tetap bertahan pada pendirian kerasnya yang menuntut Kyiv menyerahkan sebagian wilayah kedaulatannya. Kendati demikian, Kyiv berharap keterlibatan utusan AS mampu membuka jalan damai yang berkeadilan.

"Saya baru saja berbicara dengan utusan Presiden Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner. Percakapan ini sangat baik dan penting tentang bagaimana menghidupkan kembali diplomasi serta mendekatkan perdamaian," kata Zelensky melalui akun X miliknya.

"Perdamaian sangat dibutuhkan-perdamaian yang bermartabat-dan Ukraina sejak lama telah siap untuk itu. Tim kami terus menjalin komunikasi erat, termasuk untuk menindaklanjuti hal-hal yang telah kami diskusikan," ujar Zelensky. Di jalur terpisah, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dijadwalkan melangsungkan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada Kamis (23/7/2026). Pertemuan di sela-sela KTT regional di Manila tersebut direncanakan membahas peta konflik Ukraina sekaligus dinamika Iran.

Situasi di lapangan menunjukkan ketegangan yang masih tinggi menjelang pertemuan pejabat tinggi tersebut. Selama beberapa bulan terakhir, militer Kyiv sanggup menahan pergerakan ofensif pasukan Moskow di sektor timur. Ukraina juga memperluas jangkauan serangan drone ke area dalam wilayah Rusia. Langkah ofensif udara ini berulang kali mengganggu stabilitas kegiatan harian di sana pada tahun kelima masa invasi.

Sementara itu, militer Moskow meningkatkan intensitas serangan rudal ke Kyiv. Puluhan amunisi berkecepatan tinggi diluncurkan ke arah ibu kota di tengah keterbatasan sistem pertahanan udara yang dialami Ukraina. Pemerintah Rusia berulang kali menegaskan penarikan mundur pasukan Ukraina dari wilayah Donbas timur sebagai syarat mutlak perjanjian damai.

Tuntutan penyerahan wilayah tersebut ditolak keras oleh otoritas Kyiv. Rangkaian pertempuran bersenjata ini telah merenggut ratusan ribu nyawa. Peristiwa tersebut tercatat sebagai konflik paling mematikan di benua Eropa sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author