Rupiah Melemah ke 17.900 Usai BI Tahan Suku Bunga Acuan

Share

Tekanan terhadap mata uang Rupiah berlanjut hingga menyentuh kisaran level 17.900 per Dolar AS pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Penurunan nilai tukar ini terjadi setelah keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen gagal menjadi stimulus positif bagi pasar keuangan.

Pergerakan mata uang domestik sempat merosot hingga menyentuh titik terendahnya di level 17.915 per Dolar AS pada hari yang sama. Pada saat bersamaan, Indeks Harga Saham Gabungan juga ditutup melemah 0,09 persen ke level 6.334,476 setelah bergerak dalam rentang 6.284 hingga 6.394.

Keputusan mempertahankan BI Rate di luar perkiraan pasar yang sebelumnya memproyeksikan kenaikan sebesar 25 basis poin. Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, menilai langkah moneter tersebut membuat posisi mata uang nasional berisiko melanjutkan tren penurunan.

"Terlebih jika USD index berada dalam tren naik, dan diproyeksikan akan berada dalam tren naik selama eskalasi perang terus berlanjut," ujar Gunawan di Medan.

Lonjakan harga minyak mentah dunia yang berada di kisaran US$95 per barel turut memperbesar potensi berlanjutnya laju inflasi di Amerika Serikat. Kondisi tersebut memicu spekulasi bahwa Bank Sentral AS akan kembali menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat.

Sentimen pasar global tersebut diprediksi dapat mendorong mata uang domestik tertekan hingga menembus level psikologis 18.000 per Dolar AS. Meski demikian, otoritas moneter diperkirakan masih memiliki instrumen untuk meredam potensi gejolak ekstrem.

"Pendekatan moneter kerap diambil BI untuk meredam gejolak Rupiah belakangan ini, dibandingkan dengan pendekatan fiskal, sehingga likuiditas berpotensi masuk ke sektor keuangan dibandingkan dengan bentuk investasi langsung," kata Gunawan.

Di sisi lain, pergerakan komoditas global mencatatkan penurunan tipis pada harga emas dunia yang ditransaksikan ke level US$4.116 per ons troy atau setara Rp2,38 juta per gram dilansir dari Lensa Medan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author