Siswa Sekolah Rakyat Unjuk Karya di Pameran Fotografi Awan Cerah 2026

Share

Sebanyak 74 pelajar yang berasal dari 36 Sekolah Rakyat unjuk gigi dalam Lomba Fotografi Karya Anak dan Remaja bertajuk "Yang Muda, Yang Berbudaya". Acara ini digelar di Galeri Emiria Soenassa, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Seperti dilansir dari Detikcom, para siswa menampilkan 134 karya fotografi. Lewat jepretan kamera, mereka membagikan ragam cerita mengenai rutinitas harian di sekolah, kondisi lingkungan sekitar, hingga realita kehidupan berbudaya dari sudut pandang generasi muda.

Gelaran Pameran Fotografi dan Lokakarya Awan Cerah 2026 ini dihelat sejak 3 Juli hingga 1 Agustus 2026 dan terbuka bagi masyarakat umum. Ajang yang sudah memasuki tahun kedua sejak diluncurkan pada 2023 ini menyajikan total 1.206 karya foto dari peserta berumur 6 sampai 16 tahun.

Penyelenggaraan kegiatan ini berjalan dengan dukungan Danantara Indonesia berserta jajaran mitra seperti BMKK, Paperina, dan Ekta Imaging. Salah satu pendiri komunitas Awan, Retno Audite Dwiastini (Dite), menjelaskan alasan penentuan tema acara tersebut.

"Kenapa kita mengangkat budaya? Karena kita ingin mengingatkan kembali kepada anak-anak, kepada remaja-remaja ini bahwa budaya Indonesia itu bagus," ujar Dite, dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).

"Kita harus bina supaya bangsa kita tetap berbudaya," sambungnya.

Komunitas AWAN—singkatan dari 'Asuh Watak Asah Nalar'—bersama CERAH yang bermakna 'Cerita Ekspansif Retorik Aspiratif Hakiki', memanfaatkan media fotografi untuk mengarahkan anak-anak pada aktivitas positif yang mampu mengasah daya cipta serta pembentukan karakter.

Dite turut mengapresiasi keterlibatan para murid Sekolah Rakyat dalam eksibisi ini. Latar belakang pengalaman hidup mereka dinilai memberikan wawasan unik dalam mengartikan nilai-nilai kebudayaan.

"Ini sangat bagus. Kami memang ingin merangkul semua anak," kata Dite.

"Anak-anak Sekolah Rakyat juga memiliki sudut pandang yang berbeda dengan anak-anak lain. Itulah yang membuat kita ingin tahu apa arti budaya di mata mereka," sambungnya.

Sebagian foto merekam interaksi belajar-mengajar harian di Sekolah Rakyat. Sementara itu, sebagian karya lainnya mendokumentasikan dinamika kehidupan di luar sekolah lewat bidikan kamera telepon seluler yang sederhana namun sarat makna.

Antusiasme peserta tercermin saat agenda kunjungan langsung ke lokasi pameran. Hampir 50 murid gabungan dari SRMP 6 Jakarta Timur, SRMA 9 Jakarta Timur, dan SRMA 10 Jakarta Selatan hadir menyaksikan karya mereka yang terpajang bersanding dengan ratusan foto peserta lain.

Nazila Barqiah Harum, salah satu peserta asal SRMA 9 Jakarta Timur, mengutarakan rasa bangganya lantaran tiga hasil jepretan kamera ponsel miliknya lolos kurasi pameran.

"Jujur, aku senang banget dan masih enggak nyangka hasil karyaku sekarang bisa dipajang di galeri dan dilihat banyak orang. Semoga foto yang kami buat bisa menginspirasi dan punya cerita buat siapa pun yang melihatnya," ujar Nazila.

Keikutsertaan para siswa menjadi wadah penumpahan gagasan, kreativitas, serta rasa cinta budaya Indonesia. Selain mengasah estetika artistik, pameran ini membangun keberanian siswa dalam menyampaikan narasi pemikiran mereka kepada publik.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author