Dokter Ungkap Risiko Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi
Kelainan struktur atau anatomi jantung pada bayi terjadi sejak berada di dalam kandungan, khususnya pada masa awal kehamilan trimester pertama. Kondisi medis ini diperkirakan dialami oleh sekitar satu persen dari total populasi bayi lahir, sebagaimana dilansir dari Detik Health pada Kamis (16/7/2026).
Dokter jantung anak dari BraveHeart Brawijaya Hospital, dr Anisa Rahmadhany, SpA, Subsp.Kardio, menjelaskan bahwa organ jantung janin mulai terbentuk pada usia kehamilan 10 hingga 12 minggu.
"Kalau bicara penyakit jantung bawaan, maksudnya penyakitnya sudah terjadi sejak seorang anak lahir. Terjadinya saat kehamilan," kata dr Anisa.
Mengingat pentingnya periode tersebut, konsumsi obat-obatan secara sembarangan dan kelalaian dalam menjaga kesehatan selama kehamilan dapat mengganggu proses pembentukan organ vital janin.
"Kurang menjaga kesehatan atau minum obat sembarangan. Itu berisiko menyebabkan pembentukan jantung terganggu,di trimester pertama," jelas dr Anisa.
Faktor riwayat keluarga juga memegang peranan signifikan terhadap potensi kelainan ini. Peluang seorang anak mengidap penyakit jantung bawaan dapat melonjak menjadi 5 hingga 7 persen apabila salah satu orang tuanya memiliki riwayat serupa.
"Terutama pada ibu yang ada penyakit jantung bawaan, bahkan risiko pada anak bisa naik menjadi 7 persen," kata dr Anisa.
Upaya deteksi dini sebelum bayi lahir dapat dilakukan melalui pemeriksaan fetal echocardiography atau USG jantung janin. Namun, prosedur ini membutuhkan ketersediaan perangkat medis mutakhir serta penanganan langsung oleh dokter kandungan subspesialis fetomaternal.
"Tapi kendalanya, harus dokter ahli biasanya dokter kandungan subspesialis fetomaternal, dan kedua alatnya juga harus bagus. Kalau dokternya ahli tapi alatnya USG-nya nggak mendukung, ya susah juga," ucap dr Anisa.