BPJS Kesehatan Cabang Mataram Resmikan Layanan PIONIR

Share

BPJS Kesehatan meresmikan inovasi layanan Proaktif, Inovatif, Observatif, Nyaman, Integratif, dan Responsif (PIONIR) di Kantor Cabang Mataram, Nusa Tenggara Barat, dilansir dari Detikcom. Langkah ini diambil untuk mentransformasikan pelayanan publik menjadi lebih fleksibel, proaktif, dan humanis.

Melalui sistem baru ini, antrean peserta kini telah terintegrasi secara digital dan tanpa kertas (paperless). Petugas BPJS secara aktif menyapa dan mendampingi peserta sejak awal tanpa harus menunggu di loket konvensional.

"PIONIR hadir untuk mendobrak stigma pelayanan publik yang selama ini terkesan kaku dan birokratis menjadi lebih humanis menjawab kebutuhan peserta. Melalui PIONIR, kami juga mentransformasikan pola layanan dari yang sebelumnya terkesan reaktif, menjadi layanan yang lebih proaktif," ujar Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto.

Guna menunjang efisiensi tersebut, tata ruang kantor cabang kini dirancang lebih terbuka. Skema pelayanan ini terbukti mampu memangkas durasi antrean peserta secara signifikan di lokasi.

"PIONIR merupakan inovasi yang lahir dari akar rumput di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mataram. Melihat dampak positif yang dihasilkan bagi peserta, manajemen kemudian merespons dan mendorong pengembangan inovasi tersebut sebagai bagian dari transformasi layanan yang lebih proaktif, humanis, dan berpusat pada kebutuhan peserta," ujar Akmal Budi Yulianto.

Penerapan konsep baru ini berhasil menurunkan rata-rata waktu tunggu layanan secara drastis dari yang sebelumnya 25 menit menjadi hanya sekitar 7 menit. BPJS Kesehatan merencanakan perluasan alur serta sarana PIONIR ke seluruh kantor cabang di Indonesia secara bertahap.

Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyampaikan dukungan penuh terhadap penguatan kualitas proteksi dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat.

"Segala sesuatu yang nilainya proteksi terhadap warga NTB harus didukung. Ketika peserta datang ke fasilitas kesehatan, mereka bukan hanya membawa berkas administrasi, tetapi membawa kecemasan dan harapan. Karena itu, bagaimana mereka diperlakukan secara manusiawi menjadi hal yang paling utama," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Abul Chair.

Pemerintah daerah mengapresiasi posisi NTB sebagai pelopor penerap sistem ini di tingkat nasional. Integrasi lintas instansi dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan mutu layanan publik di daerah.

"Kami bangga menjadi yang pertama di Indonesia. Ini merupakan kehormatan bagi NTB untuk menghadirkan layanan publik yang berkualitas sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain," ujar Abul Chair.

"Prinsipnya, bagi kami pelayanan publik di NTB itu harus mudah, cepat, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat," ujar Abul Chair.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: BPJS Kesehatan Mataram ntb
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author