Prabowo Lantik Sudaryono dan Pimpinan Universitas RI di Istana

Share

Presiden Prabowo Subianto melantik Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Nanik Sudaryati Deyang serta pimpinan Lembaga Universitas Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026) sore.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pelantikan pimpinan Lembaga Universitas RI digelar berbarengan dengan pelantikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) baru sekitar pukul 15.00 WIB.

"Ya ada satu pejabat yang pada sore hari ini juga akan dilakukan pelantikan, yaitu adalah pimpinan lembaga Universitas Republik Indonesia," ujar Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.

Prasetyo menjelaskan bahwa pembentukan serta penguatan kelembagaan pendidikan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan calon-calon pimpinan bangsa yang nantinya akan mengawaki pemerintahan, baik di lingkup aparatur sipil negara maupun BUMN.

"Direncanakan akan dilakukan pelantikan sore hari ini, kurang lebih pukul 15.00," ujar Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.

Langkah penguatan lembaga pendidikan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor publik.

"Kita ingin memperkuat kelembagaan, terutama kelembagaan pendidikan kita, untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin-pemimpin bangsa yang akan mengawaki pemerintahan, baik yang di ASN, pegawai negeri, maupun di BUMN-BUMN kita. Jadi akan ada dua pejabat yang pada sore hari ini akan dilantik," imbuh Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.

Pergantian kepemimpinan di BGN terjadi setelah Nanik Sudaryati Deyang mengundurkan diri akibat masalah kesehatan jantung dan kolesterol tinggi yang dipicu stres berat selama mengelola program Makan Bergizi Gratis.

"Menurut dokter saya, ada sumbatan di arteri jantung yang selain karena kolesterol tinggi, juga dipicu juga oleh stres yang luar biasa! Saya saat ini memimpin lembaga yang semua orang mencibir karena semua taulah (apa penyebabnya dicibir). Jadi, bisa dibayangkan ancurnya," ujar Nanik Sudaryati Deyang, Eks Kepala BGN.

Nanik mengungkapkan bahwa besarnya tanggung jawab dalam mengelola anggaran negara di BGN memberikan beban trauma akut hingga memengaruhi jam tidurnya.

"Soal membereskan mungkin, meski berat, saya masih bisa atasi, tapi memegang anggaran besar itu yang membuat saya trauma akut. Saya sampai enggak bisa tidur kalau ingat, 'ini duit negara, duit, rakyat harus benar dijalankan dan tidak boleh saya kecolongan,'" ujar Nanik Sudaryati Deyang, Eks Kepala BGN.

Proses penyaluran dana publik secara hati-hati dinilainya sangat berisiko dan membutuhkan kewaspadaan penuh agar tidak timbul penyalahgunaan.

"Jagain duit besar agar tersalurkan dengan benar dan tidak disalahgunakan itu seperti berdiri di tebing jurang yang curam, meleng sedikit bisa terjerembab dan mati," ujar Nanik Sudaryati Deyang, Eks Kepala BGN.

Sebagai langkah kehati-hatian, Nanik mewajibkan dua Wakil Kepala BGN, yakni Agustina Arumsari dan Trenggono, untuk membubuhkan paraf terlebih dahulu sebelum ia menandatangani dokumen anggaran.

"Kalau sespri saya bawa tumpukan dokumen, saya sudah parno duluan dan badan panas dingin. Akibatnya saya ambruk. Wis pokoknya enggak bisa diceritakan di sini deh," ujar Nanik Sudaryati Deyang, Eks Kepala BGN.

Keputusan mundur tersebut telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar Nanik dapat fokus menjalani pengobatan medis dan mencari pertimbangan medis kedua di luar negeri.

"Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai kepala BGN demi kesehatan saya," ujar Nanik Sudaryati Deyang, Eks Kepala BGN.

Presiden Prabowo menyetujui pengunduran diri tersebut dan meminta Nanik tetap berkontribusi mengawasi BGN, termasuk membuka peluang penunjukannya sebagai ketua dewan pengawas jika lembaga tersebut resmi dibentuk.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author