Arsenal Juara Liga Inggris, Ini Alasan Fans Menangis Bahagia

Share

Fans Arsenal akhirnya meluapkan emosi mendalam setelah penantian panjang. Tim Meriam London berhasil mengunci gelar juara Liga Inggris musim 2025/2026.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Manchester City ditahan imbang 1-1 oleh Bournemouth di Vitality Stadium pada Rabu dini hari WIB. Sukses ini mengakhiri puasa gelar domestik Arsenal selama 22 tahun.

Momen bersejarah ini memicu tangisan haru di kalangan pendukung. Dilansir dari Detik Health, fenomena meneteskan air mata saat berada dalam puncak kegembiraan ini dikenal sebagai air mata kebahagiaan atau happy tears.

Menangis ketika merasakan kegembiraan yang sangat besar merupakan respons tubuh yang sepenuhnya normal. Para ilmuwan dan peneliti terus mempelajari alasan psikologis di balik reaksi emosional tersebut.

Merujuk data dari Verywellmind, salah satu teori awal menyebutkan bahwa tangisan ini muncul akibat adanya perasaan yang tertekan. Seseorang yang menangis saat bahagia kemungkinan menyimpan rasa sedih terpendam yang belum terselesaikan.

Bagi pendukung Arsenal, kondisi ini relevan akibat kekecewaan menahun karena tim kesayangan mereka sering kali gagal di saat-saat terakhir musim, hingga sempat mendapat julukan sebagai si penjaga trofi.

Teori lain dari ilmuwan Miceli dan Castelfranchi memandang bahwa segala bentuk tangisan pada dasarnya berakar dari kombinasi rasa frustrasi, ketidakberdayaan, serta kepasrahan.

Luapan emosi yang kuat, baik berupa kebahagiaan, kemarahan, maupun frustrasi, kerap membuat tangisan menjadi hal yang tidak terhindarkan. Menangis berfungsi sebagai mekanisme alami tubuh untuk melepaskan dan mengelola intensitas emosi tersebut.

Manfaat Meneteskan Air Mata untuk Kesehatan

Berdasarkan studi yang dimuat dalam WebMD, terdapat empat kategori air mata positif. Komponen tersebut meliputi air mata karena kegembiraan, kasih sayang, keindahan, serta pencapaian.

Aktivitas menangis memicu tubuh memproduksi hormon-hormon penenang. Pelepasan senyawa oksitosin dan endorfin setelah menangis secara efektif membantu memperbaiki serta meningkatkan suasana hati.

Sebaliknya, menahan air mata karena merasa malu justru dapat memicu dampak negatif yang memperburuk kondisi psikologis. Tangisan bahagia memegang peran penting dalam memulihkan serta menjaga keseimbangan emosional seseorang setelah mengalami kejutan emosi yang hebat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author