Kereta Barang Tabrak Motor di Semarang Dua Orang Meninggal Dunia
Sebuah sepeda motor Honda Supra X tertabrak kereta api barang petikemas di perlintasan sebidang Jalan Kokrosono, Semarang Tengah, Kota Semarang, pada Senin, 20 Juli 2026, sekitar pukul 06.50 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu anak lainnya luka berat.
Kecelakaan terjadi saat Rujito (45) mengendarai sepeda motor bernomor polisi H 4050 AF untuk mengantar dua keponakannya yang masih sekolah dasar, yakni HRA (9) dan ZIA (12). Kendaraan melintas dari arah barat menuju timur tepat saat KA 2527 melaju di lokasi kejadian.
Pengendara motor diduga nekat menerobos perlintasan meski sinyal sirene telah berbunyi dan palang pintu sudah ditutup. Benturan keras membuat sepeda motor beserta seluruh penumpangnya terpental ke pembatas jalan dalam kondisi tak sadarkan diri.
Para korban segera dievakuasi ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan medis intensif. HRA dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit, sementara Rujito menghembuskan napas terakhir sewaktu menjalani tindakan medis. Sementara itu, korban ZIA masih menjalani perawatan ketat di Ruang PICU.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang AKP Untung memberikan penjelasannya terkait data awal di lokasi kejadian.
"Ada tiga korban dari pengandara sepeda motor. Yang meninggal satu (anak SD)," kata Untung.
Pihak kepolisian kemudian mengonfirmasi bahwa pengendara sepeda motor dan penumpang anak diantar menuju sekolah saat peristiwa nahas tersebut berlangsung.
"Satu korban meninggal saat dirawat di rumah sakit. Dua masih perawatan," ujarnya.
AKP Untung menambahkan keterangan lebih spesifik mengenai kondisi awal para korban saat proses evakuasi.
"Motor itu ditumpangi dua anak SD yang dibonceng pakdenya. Mereka hendak diantar ke sekolah. Saat akan menyeberang rel, datang kereta barang dari arah barat (Jakarta) menuju timur," ujar Untung.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa peringatan di lokasi perlintasan sebenarnya telah diberikan sebelum tabrakan terjadi.
"Satu siswa SD meninggal dunia. Sementara dua korban lainnya masih menjalani perawatan di ruang ICU. Sebelumnya sudah diperingatkan oleh petugas, tetapi tetap menerobos," jelasnya.
Perjalanan kereta api barang relasi Stasiun Kampung Bandan Jakarta menuju Stasiun Kalimas Surabaya sempat terhenti sejenak pasca-insiden untuk pemeriksaan sarana.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif menyatakan keprihatinannya atas musibah di lintasan sebidang tersebut.
"PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut," kata Luqman.
Manajemen perkeretaapian menegaskan bahwa petugas di kabin telah melakukan prosedur keselamatan standar sesuai regulasi sebelum melintasi perlintasan.
"PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan kejadian tersebut," kata Luqman.
Luqman juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan saat melintasi jalur kereta.
"Keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan merupakan tanggung jawab bersama," kata dia.
KAI Daop 4 kembali mengingatkan pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi mencegah berulangnya tragedi serupa.
"KAI Daop 4 Semarang mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu disiplin saat melintasi perlintasan sebidang, berhenti ketika sinyal berbunyi, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas," ujar Luqman.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan rasa duka cita saat melayat ke rumah duka di Kaliasin, Semarang Utara, serta menginstruksikan pendampingan penuh bagi keluarga korban.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh jajaran," kata Luthfi.
Gubernur menekankan pentingnya empati serta bantuan medis bagi para korban yang terdampak musibah ini.
"Kita doakan yang sudah mendahului mendapatkan husnul khatimah. Kemudian yang masih dirawat semoga segera dipulihkan," ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan koordinasi antara Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit berjalan lancar.
"Rumah sakit saya perintahkan untuk kita bantu penuh. Nanti Dinas Kesehatan berkoordinasi agar penderitaan keluarga itu dapat diringankan," ucapnya.
Luthfi mengimbau masyarakat agar menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi bersama dalam kedisiplinan berlalu lintas.
"Apabila sudah ada tanda-tanda dari petugas, apalagi bunyi peringatan, palang pintu belum turun pun harus berhenti. Ini menjadi perhatian kita agar tidak terulang kembali," katanya.
Gubernur menegaskan kembali agar kedisiplinan di perlintasan sebidang benar-benar dipatuhi demi keselamatan bersama.
"Ini menjadi perhatian kita agar tidak terulang kembali," tutupnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Zulfachmi Wahab memastikan penanganan dan penjaminan biaya perawatan korban terlaksana secara maksimal.
"Korban yang berusia 12 tahun (ZIA) kondisi kurang bagus dan masih dirawat di Ruang PICU RSUP Dr. Kariadi. Kami berikan atensi (perhatian) dan support maksimal terkait pembiayaan rumah sakit," ucap Ka Dinkes Jateng saat ditemui di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Selasa, 21 Juli 2026.
Dinas Kesehatan Jateng juga memberikan pendampingan psikologis dan moral kepada keluarga korban yang ditinggalkan.
"Atensi dan pendampingan kepada keluarga juga kami lakukan. Kebetulan ibu dari korban adalah pegawai puskesmas di bawah naungan Dinas Kesehatan," ujarnya.