Iran Tempuh Jalur Hukum Atas Gugurnya Pemimpin Negara
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa penuntutan keadilan atas terbunuhnya pemimpin negara serta sejumlah pejabat senior politik dan militer menjadi prioritas nasional utama. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyampaikan komitmen tersebut dalam konferensi pers mingguan pada Senin (20/7/2026).
Baqaei menyebut insiden tersebut sebagai kejahatan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Republik Islam Iran. Tuntutan keadilan ini disuarakan oleh seluruh tingkatan pemerintah, masyarakat Iran, serta pendukung di tingkat regional maupun global.
Kementerian Luar Negeri Iran terus mendokumentasikan kasus ini untuk dibawa ke berbagai lembaga hukum dan mekanisme peradilan internasional. Pemerintah Iran memastikan seluruh saluran diplomasi dan hukum akan dimanfaatkan secara maksimal.
"Kementerian Luar Negeri akan memanfaatkan sepenuhnya setiap jalur hukum dan diplomatik yang tersedia untuk memastikan bahwa kejahatan ini ditindaklanjuti melalui semua saluran yang memungkinkan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei.
Baqaei mengakui skala insiden ini mungkin melebihi kapasitas satu lembaga internasional. Namun, keterbatasan tersebut tidak mengendurkan upaya diplomatik maupun proses hukum independen yang sedang berjalan di peradilan domestik Iran.
Selain itu, pihak berwenang Iran mengecam serangan militer Amerika Serikat yang merusak berbagai infrastruktur sipil di Provinsi Khuzestan dan Ilam. Kerusakan tercatat pada fasilitas layanan publik, jembatan, dan pusat kesehatan masyarakat.
"Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan dengan cukup penderitaan masyarakat yang terdampak," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa serangan terhadap satu wilayah merupakan ancaman terhadap integritas dan keamanan seluruh bangsa.