BYD dan DENZA Kuasai 40 Persen Pangsa Pasar Mobil Listrik Indonesia
Produk kendaraan energi baru atau New Energy Vehicles (NEV) dari BYD semakin diminati oleh masyarakat Indonesia. Sejak meluncur pada 2024, pabrikan ini sukses memasarkan 90 ribu unit mobil listrik di tanah air hingga April 2026.
Perkembangan pasar otomotif Indonesia kini semakin dinamis dan kompetitif, terutama pada segmen kendaraan ramah lingkungan. Dilansir dari Detik Oto, transformasi mobilitas masyarakat mulai bergeser ke arah kendaraan yang menawarkan fleksibilitas tinggi untuk perjalanan sehari-hari.Tren positif tersebut memperkuat posisi BYD dan DENZA sebagai pemimpin pasar NEV di Indonesia. Hingga April 2026, gabungan penjualan kedua merek ini hampir menyentuh angka 20.000 unit, atau tumbuh sekitar 53% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pencapaian ini membuat BYD dan DENZA sukses menguasai sekitar 40% pangsa pasar EV nasional. Kehadiran 90 ribu unit mobil BYD di jalanan Indonesia menjadi bukti nyata dari percepatan transisi menuju era elektrifikasi yang semakin matang.
Momentum pertumbuhan ini berawal pada 2024 saat BYD merilis tiga model EV unggulan. Ekspansi pasar kemudian berlanjut melalui peluncuran BYD M6, sebuah model MPV listrik ikonik yang dirancang sesuai dengan kebutuhan keluarga Indonesia.
Langkah strategis tersebut diperkuat sepanjang tahun 2025 dengan mendatangkan lini kendaraan baru serta sub-premium brand DENZA. Hasilnya, pangsa pasar perusahaan terus merangkak naik hingga memasuki awal tahun 2026.
Meski demikian, penetrasi teknologi Plug-in Hybrid (PHEV) di Indonesia tercatat masih berada di bawah 1%. Di sisi lain, mobil bermesin konvensional atau Internal Combustion Engine (ICE) tetap mendominasi dengan penguasaan sekitar 65% pangsa pasar.
Solusi Mobilitas Melalui Teknologi Dual Mode
Melihat situasi tersebut, BYD menilai ada ruang besar untuk menghadirkan teknologi yang menjembatani efisiensi mobil listrik dengan fleksibilitas mesin konvensional. Karakter geografis Indonesia yang luas dan tingginya mobilitas antarkota menjadi alasan utama di balik pengenalan teknologi DM (Dual Mode).
"Melihat kembali perjalanan di 2024, BYD mengambil peran terdepan dalam mencatatkan sejarah baru perkembangan NEV di Indonesia lewat perluasan pasar kendaraan listrik dan peningkatan penerimaan masyarakat terhadap kendaraan energi baru secara lebih masif. Hari ini, kami membawa semangat yang sama melalui teknologi Dual Mode untuk kembali membuka babak baru pasar NEV di Indonesia. Kami ingin menghadirkan solusi mobilitas yang dapat melengkapi pertumbuhan pasar NEV yang saat ini berkembang positif agar semakin meluas dan inklusif. Hal ini diwujudkan melalui teknologi DM yang lebih fleksibel, efisien, serta semakin mudah diakses oleh masyarakat termasuk di berbagai wilayah Indonesia, sehingga dapat menjangkau lebih banyak kebutuhan dan lapisan pasar di tanah air," ujar Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia.