KPK Tahan Bupati Lombok Barat Terkait Kasus Dugaan Suap Proyek
Komisi Pemberantasan Korupsi menahan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini setelah terjaring operasi tangkap tangan di rumah dinasnya pada Selasa, 21 Juli 2026, atas dugaan penerimaan suap terkait sejumlah proyek di Kabupaten Lombok Barat.
Seperti dilansir dari Detikcom, Lalu Ahmad Zaini keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan oranye serta tangan terborgol pada pukul 18.05 WIB. Ia langsung digiring petugas menuju mobil tahanan bersama dua pihak swasta yang turut diamankan.
Dua pejabat swasta yang ikut dibawa ke Jakarta yakni Direktur Utama PT Melconel Alvonsus Gani dan Direktur Utama PDAM Sudirman. Penangkapan ini merupakan bagian dari kegiatan OTT KPK yang secara keseluruhan mengamankan 19 orang dari jajaran Pemkab Lombok Barat hingga pihak swasta.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa penangkapan Bupati Lombok Barat berkaitan langsung dengan dugaan suap yang diterima dari pengerjaan proyek-proyek di wilayah Kabupaten Lombok Barat.
"Perkara ini diduga berkenaan dengan penerimaan yang dilakukan oleh bupati terkait dengan proyek-proyek yang ada di lingkungan Kabupaten Lombok Barat," kata Budi Prasetyo, Jubir KPK.
Dalam penyidikan awal tersebut, tim penyidik KPK juga menyita sejumlah barang bukti dari lokasi penangkapan.
"Barang bukti di antaranya dalam bentuk uang tunai dalam pecahan rupiah dan juga beberapa dokumen yang diduga terkait dalam perkara ini," kata Budi Prasetyo, Jubir KPK.
Petugas masih menghitung nominal pasti dari barang bukti uang yang disita dalam kegiatan penindakan tersebut.
"Sampai dengan saat ini uang yang diamankan senilai ratusan juta rupiah," ungkap Budi Prasetyo, Jubir KPK.
Sebelum ditangkap dan penyegelan ruang kerjanya dilakukan oleh KPK pada Senin pagi, 20 Juli 2026, Bupati Lombok Barat sempat menghadiri acara nonton bareng final Piala Dunia 2026 bersama jajaran pejabat daerah.
Sekretaris Daerah Lombok Barat Akhmad Saikhu mengonfirmasi bahwa penyegelan ruang kerja bupati baru diketahuinya setelah tiba di kantor usai agenda nonton bareng tersebut.
"Saya mungkin dalam konteks ini tidak akan menjelaskan lebih jauh. Karena tadi pagi kan kita nonton (final Piala Dunia) bareng (Bupati) sampai pagi kita di lapangan, terus setelah itu udah selesai bola pulang kita," ujarnya Akhmad Saikhu, Sekretaris Daerah Lombok Barat.