Eskalasi Konflik AS dan Iran Memicu Korban Serta Ancam Stok Rudal

Share

Eskalasi pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran yang telah berlangsung hampir lima bulan memicu ancaman balasan intensif dari Washington, meski ketersediaan amunisi rudal AS dilaporkan mulai menipis pada Selasa (21/7/2026). Presiden AS Donald Trump menyatakan komitmen untuk memberikan balasan berat setelah sedikitnya 17 tentara Amerika Serikat gugur dalam rangkaian serangan di kawasan Timur Tengah, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Serangan rudal balistik Iran yang menghantam pangkalan militer AS di Yordania dan negara-negara Teluk juga menyebabkan puluhan personel terluka serta merusak sejumlah fasilitas radar dan helikopter.

Menanggapi gempuran tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran menegaskan kesiapan mereka untuk terus membela kedaulatan negara di bawah arahan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei.

Dengan sapuan radar ini, musuh harus bersiap untuk gelombang serangan drone dan rudal yang lebih menentukan dan kuat, kata Garda Revolusi Iran. Pernyataan resmi tersebut dikeluarkan usai sasaran militer Iran berhasil menghantam instalasi sistem pertahanan udara dan sistem penerimaan satelit milik pasukan AS di Bahrain dan Kuwait.

Di sisi lain, keterbatasan pasokan amunisi jarak jauh dan pertahanan udara menjadi kendala utama Pentagon jika Presiden Donald Trump memutuskan untuk memperluas skala pertempuran secara terbuka.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author