Pertamina Blokir 307 Ribu QR Code BBM Subsidi Akibat Indikasi Fraud
PT Pertamina Patra Niaga menindak tegas penyalahgunaan pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar dengan memblokir sebanyak 307.107 QR Code konsumen yang terindikasi melakukan tindakan kecurangan, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.
Langkah pemblokiran tersebut mencakup 232.374 QR code untuk produk Biosolar dan 74.733 QR code untuk Pertalite. Selain penindakan tersebut, pembaruan data juga telah diterapkan terhadap lebih dari 1,5 juta data kendaraan sejak sistem pendaftaran mulai dibuka.
Pihak manajemen Pertamina menjelaskan bahwa pembersihan data sistem dilakukan berdasarkan akumulasi pengawasan rutin serta temuan pelanggaran di lapangan.
"Dari total data yang ada, kami sejak 2023 telah melakukan blokir hampir 307 ribu kendaraan dan ini terus berlanjut," terang Director of Regional Marketing at PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading Eko Ricky Susanto dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII baru-baru ini.
Tindakan tegas penutupan akses ini merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai instansi pengawas guna memastikan distribusi BBM PSO tepat sasaran.
"Jadi setiap ada temuan di lapangan hasil pengawasan yang dilakukan oleh baik itu BPA, BPH, maupun aparat dan juga temuan dari kami sendiri terhadap pengawasan di lembaga penyalur, kita juga sudah melakukan beberapa blokir data-data yang dianggap fraud dan sudah terbukti menyalahgunakan penggunaan BBM PSO ini," terang Eko lagi.
Sementara itu, otoritas pengatur hilir minyak dan gas mengonfirmasi modus kecurangan yang kerap terjadi di lapangan, seperti pengisian BBM berulang kali oleh satu kendaraan yang sama menggunakan identitas digital berbeda.
"Per hari transaksinya bisa 1-3 kali. Ini contoh-contoh terjadinya anomali di dalam pemanfaatan teknologi yang perlu kita pemutakhirkan bersama. Dan ini menjadikan suatu catatan koreksi penyaluran BBM yang benar-benar tidak dimanfaatkan untuk masyarakat yang tepat," beber Wahyudi.